KETIK, MALANG – Istana Negara memuji para pimpinan daerah, termasuk Wali Kota Malang yang melakukan inisiatif berupa penerapan bersepeda ke kantor bagi ASN. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya efisiensi energi BBM di tengah ancaman krisis global.
Apresiasi disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam konferensi pers tentang kebijakan pemerintah dalam mitigasi risiko dan antisipasi dinamika global. Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah yang ditetapkan pada 31 Maret 2026.
Dalam surat edaran tersebut, gubernur, bupati, dan wali kota diminta untuk membatasi atau mengurangi penggunaan kendaraan dinas jabatan maksimal 50 persen. Para ASN juga disarankan untuk menggunakan kendaraan listrik, transportasi umum, sepeda, maupun alat transportasi lain yang tidak membutuhkan bahan bakar fosil.
"Kita semua mengapresiasi adanya inisiatif-inisiatif dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Contohnya dengan mulai mendorong budaya menuju tempat kerja menggunakan sepeda," ujar Tito.
Menurut Tito, upaya yang dilakukan beberapa pimpinan daerah, termasuk Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, tidak hanya berdampak pada penghematan energi, namun juga berdampak pada kesehatan dan kebugaran para ASN.
Untuk itu, ia berharap daerah-daerah lain dapat mengikuti dan menjadikan contoh penerapan kebijakan bersepeda ke kantor bagi para ASN.
"Selain mengurangi konsumsi energi dan BBM, tentu ini membawa efek bagi kesehatan dan kebugaran. Semoga inisiatif-inisiatif ini bisa diikuti oleh daerah-daerah yang lain," lanjutnya.
Sebelumnya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, telah menginstruksikan agar ASN berangkat kerja dengan bersepeda setiap hari Jumat. Imbauan tersebut diberikan sebagai upaya turut serta dalam menghemat bahan bakar minyak (BBM).
"Kita juga kaitannya dengan penghematan BBM. Sementara kita mulai hari Jumat dulu, karena ada senam kemudian ada kerja bakti juga, bersepeda akan lebih enak," ujar Wahyu, Jumat, 27 Maret 2026.
Wahyu menjelaskan hingga saat ini belum diketahui batas waktu penerapan penghematan BBM tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan bersepeda untuk berangkat kerja ini juga ditekankan pada upaya menjaga kebugaran tubuh.
"Ya, kita melihat situasi dan kondisi saat ini saja, tetapi untuk antisipasi itu sudah ada beberapa langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah. Namun, saya yakin nanti semua ini tidak akan menimbulkan permasalahan yang sangat berdampak kepada masyarakat. Ini hanya bentuk antisipasi," tegasnya.
Wahyu menambahkan bahwa ASN tidak diwajibkan untuk berangkat kerja hanya dengan menggunakan sepeda pancal. ASN juga dapat berangkat kerja dengan memanfaatkan angkutan umum.
"ASN yang tidak memiliki sepeda bisa menggunakan angkutan umum yang ada di Kota Malang karena kita sudah memiliki TransJatim yang melalui Balai Kota. Jadi tidak ada alasan tidak punya sepeda dan sebagainya, karena angkutan umum juga tersedia," tuturnya.
