KETIK, MALANG – Peta persaingan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Malang Raya menampilkan anomali yang cukup mengejutkan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang, posisi puncak dari 15 besar sekolah dengan jumlah kelulusan terbanyak justru ditempati oleh SMKN 4 Malang dengan raihan 64 siswa.
Temuan resmi ini sekaligus mematahkan stigma lama bahwa jalur prestasi akademik hanya didominasi oleh SMA unggulan. Masuknya sekolah kejuruan di urutan teratas dalam data Dinas Pendidikan Jatim ini menandai pergeseran tren. SMK kini mulai menunjukkan taji di jalur prestasi tingkat perguruan tinggi negeri (PTN).
Di bawah posisi puncak, persaingan ketat terjadi di antara sekolah-sekolah swasta mapan. Merujuk pada data yang sama, SMAS Al-Izzah Batu, SMAS Laboratorium UM, dan SMA Katolik St. Albertus (Dempo) tetap konsisten berada di papan atas dengan angka kelulusan di kisaran 50 hingga 60 siswa.
Stabilitas ini menunjukkan bahwa sekolah swasta di Malang Raya memiliki pola pembinaan yang matang, terutama dalam menjaga tren nilai rapor siswa secara kolektif sejak semester awal.
Meski sekolah negeri memang masih banyak mengisi daftar, seperti SMAN 7 Malang, SMAN 9 Malang, dan SMAN 5 Malang, mereka tidak sepenuhnya mendominasi posisi teratas. Saat ini, komposisi 15 besar dalam laporan Dinas Pendidikan tersebut merupakan campuran antara sekolah negeri, swasta, hingga kejuruan.
Transisi ini jadi menarik karena menunjukkan persaingan sudah mulai lebih terbuka. Tidak ada lagi satu jenis sekolah yang benar-benar unggul sendirian.
Apalagi kalau melihat selisih angkanya. Di rentang 50-an, perbedaannya tipis. Artinya, kemungkinan besar hasil SNBP ditentukan oleh hal-hal yang lebih detail, seperti konsistensi nilai atau bagaimana sekolah mengarahkan siswanya sejak awal.
Dari sini bisa dilihat bahwa SNBP bukan cuma soal “sekolah favorit”. Ada faktor strategi yang ikut bermain, dan itu bisa dimiliki oleh sekolah mana saja. (*)
