KETIK, BOJONEGORO – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Jawa Timur mengelar kegiatan sosialisasi toleransi kesejahteraan guru madrasah swasta menjadi perhatian, toleransi dan keberagaman suku, agama, ras, dan golongan yang digelar di Hotel Dewarna Bojonegoro, Ahad Maret 2026.
Dalam forum tersebut, para guru memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil XII, Budiono.
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri sejumlah tokoh dan jurnalis di Bojonegoro, serta Ketua Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) Bojonegoro, Moh Burhanudin.
Dalam sambutannya, Ketua FGSNI Bojonegoro, Moh Burhanudin, menyampaikan kegelisahan para guru madrasah swasta terkait kondisi kesejahteraan yang dinilai masih jauh dari harapan.
Menurutnya, para guru yang mengabdi di lembaga pendidikan berbasis madrasah sering kali belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan kontribusi mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa.
“Kami merasakan kegelisahan luar biasa terkait nasib rekan-rekan guru swasta. Sebagai pendidik di negeri yang kaya raya ini, aspek kesejahteraan para guru swasta tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Maka sudah saatnya aspek kesejahteraan guru swasta menjadi prioritas nyata, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap guru madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.
Dalam aspirasi tersebut, Budiono menyatakan kesiapannya untuk mengawal berbagai usulan terkait kesejahteraan guru madrasah swasta di tingkat Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan para guru akan menjadi bagian dari perjuangannya di lembaga legislatif.
Menurutnya, ada tiga poin utama yang akan diperjuangkan. Pertama, pengawalan aspirasi guru swasta agar memperoleh perhatian kebijakan yang lebih adil. Kedua, pengusulan skema insentif berbasis tiga klaster, yakni guru bersertifikasi, guru non-sertifikasi, serta tenaga kependidikan (tendik). Ketiga, memberikan motivasi kepada para pendidik agar tetap konsisten menjalankan tugasnya meskipun menghadapi berbagai tantangan.
“Jangan pernah capek menjadi pendidik. Kami di legislatif akan terus berusaha menjadi jembatan agar setiap aspirasi yang bapak-ibu sampaikan dapat membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan keluarga besar madrasah,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya membahas pentingnya toleransi dan keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga menegaskan bahwa keadilan sosial bagi para pendidik merupakan bagian penting dari upaya membangun bangsa.
H. Budiono DPRD Jatim saat memaparkan usulan dari Audensi, Ahad 8 Maret 2026 (Foto : Sukiman / ketik.com)
Melalui forum tersebut, para guru berharap suara mereka dapat didengar dan ditindaklanjuti melalui kebijakan nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan guru madrasah swasta di daerah. Bojonegoro.
Kegiatan acara tersebut berjalan lancar tertif dan kondusif hingga selesai (*)
