KETIK, BOJONEGORO – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro masa jabatan 2024–2029 dari Fraksi Demokrat, Drs. Sudjono, MM menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Membumikan Toleransi, Merawat Kebhinekaan, Memperkokoh Persatuan” di Jalan Veteran, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (8/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua IV DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, serta Sukur Priyanto. Acara ini juga diikuti kader Partai Demokrat dari daerah pemilihan (dapil) satu dan dua, mulai dari pengurus PAC hingga tingkat ranting.
Dalam kesempatan tersebut Sudjono memberi materi sebagai nara sumber menegaskan bahwa toleransi merupakan kunci utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan harus terus ditanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar nilai-nilai kebhinekaan tetap terjaga.
“Yang jelas tujuan utama kegiatan ini adalah memperkokoh persatuan. Persatuan itu diawali dari sikap toleransi. Indonesia ini adalah negara Bhineka Tunggal Ika yang terdiri dari berbagai organisasi dan kelompok. Nilai-nilai ini sangat penting untuk memperkuat Indonesia menuju 2045,” ujar Sudjono.
Anggota DPRD Bojonegoro, H. Sujono Wakil ketua DPRD jatim Sri Wahyuni, ketua DPC Demokrat Bojonegoro H. Sukur Priyanto (Foto: Sukiman/Ketik.com)
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sudjono menilai anak-anak perlu diperkuat dari sisi mental dan agama agar tidak mudah terpengaruh dampak negatif penggunaan teknologi.
“Sekarang ini bahkan ada kebijakan yang membatasi anak di bawah usia 16 tahun menggunakan handphone android. Karena itu, kita perlu memperkuat mental dan nilai agama bagi anak-anak kita agar mereka tetap memiliki karakter yang kuat sebagai generasi penerus bangsa,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudjono juga memberikan motivasi kepada berbagai organisasi termasuk yang ada dibojonegoro, agar terus menjaga persatuan serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Ia berharap melalui kegiatan ini, kader Partai Demokrat dari tingkat ranting hingga PAC dapat semakin solid dan kompak dalam membangun kekuatan partai di tengah masyarakat.
“Harapan kami, seluruh kader mulai dari ranting hingga PAC bisa bersatu, bekerja bersama, dan semakin solid. Dengan kebersamaan itu, Partai Demokrat bisa semakin besar, dikenal masyarakat, serta terus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, Sukur Priyanto memaparkan bahwa toleransi bukan hanya sebatas slogan, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di tengah masyarakat. Menurutnya, saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi kunci agar kehidupan sosial tetap rukun dan damai.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bojonegoro tersebut mengajak masyarakat untuk terus merawat semangat kebhinekaan yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia sejak lama.
“Kebhinekaan bukanlah sesuatu yang memecah belah, melainkan kekuatan yang dapat memperkaya kehidupan bermasyarakat jika dikelola dengan baik,” tegasnya
Sukur Priyanto juga mengatakan bahwa persatuan bangsa harus terus diperkuat, terutama di tengah berbagai tantangan sosial serta derasnya arus informasi di era digital yang kerap memicu kesalahpahaman di masyarakat.
“Oleh karena itu, masyarakat diharapkan bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan,” tegasnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni dalam gelar ini mengatakan pentingnya menjaga keberagaman dan persatuan bangsa.
Dia berharap generasi bangsa menunjukkan komitmen untuk memperkuat kesatuan dan harmoni di tengah ragam masyarakat. "Persatuan bangsa adalah kunci untuk memperkuat kesatuan dan harmoni di sekitar kita lewat ormas, organisasi maupun paguyuban, juga dalam partai," terangnya.
Ia menekankan pentingnya toleransi dan kerja sama antar masyarakat yang beragam untuk mencapai tujuan bersama. Dengan begitu, kata Sri wahyuni persatuan dapat membangun bangsa yang kuat, sejahtera, dan harmonis pungkasnya. (*)
