Disiplin ASN sebagai Kunci Etika Pemerintahan

19 Januari 2026 23:07 19 Jan 2026 23:07

Thumbnail Disiplin ASN sebagai Kunci Etika Pemerintahan

Oleh: Bilqis Zalfa Syafi'i

Disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan persoalan mendasar dalam membangun etika pemerintahan. Dalam praktik birokrasi, pelanggaran disiplin—terutama terkait waktu kerja masih sering terjadi dan kerap dianggap sebagai hal sepele. Padahal, disiplin merupakan wujud paling nyata dari tanggung jawab etis ASN sebagai pelayan publik. Ketidakdisiplinan ASN dalam mematuhi waktu kerja menunjukkan lemahnya kesadaran etika dalam menjalankan tugas pemerintahan. Waktu kerja bukan sekadar ketentuan administratif, melainkan amanah publik yang harus dipertanggungjawabkan. Ketika ASN datang terlambat, pulang lebih awal, atau meninggalkan tugas tanpa alasan kedinasan, pelayanan publik menjadi terhambat dan masyarakat secara langsung dirugikan.

Dalam konteks etika pemerintahan, disiplin menjadi indikator awal profesionalisme dan tanggung jawab ASN. Etika tidak cukup diwujudkan melalui slogan, kode etik, atau regulasi tertulis, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, pelanggaran disiplin kerja sesungguhnya mencerminkan kegagalan internalisasi nilai etika dalam birokrasi pemerintahan.Jika ketidakdisiplinan terus ditoleransi, maka etika pemerintahan berisiko hanya menjadi konsep normatif tanpa makna praktis. Pembiaran terhadap pelanggaran disiplin dapat membentuk budaya kerja yang permisif dan melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan. Dalam jangka panjang, kondisi ini menghambat terwujudnya birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Penegakan disiplin ASN harus dipahami sebagai bagian dari pembentukan budaya etika pemerintahan. Disiplin tidak semata-mata berorientasi pada sanksi, tetapi pada penanaman kesadaran bahwa setiap kewajiban kerja merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Keteladanan pimpinan dan konsistensi penegakan aturan menjadi faktor penting dalam menumbuhkan kesadaran tersebut. Dengan demikian, disiplin ASN merupakan kunci utama dalam membangun etika pemerintahan. Tanpa disiplin yang kuat, etika hanya akan menjadi wacana, bukan praktik. Sebaliknya, ketika disiplin ditegakkan secara konsisten, ASN dapat menjalankan perannya secara bertanggung jawab dan mendukung terwujudnya pemerintahan yang beretika serta dipercaya oleh masyarakat.

*) Bilqis Zalfa Syafi'i merupakan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

*Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com

*Berikan keterangan OPINI di kolom subjek

*Panjang naskah maksimal 800 kata

 

Tombol Google News

Tags:

Bilqis Zalfa Syafi'i Disiplin ASN Kunci Etika Pemerintahan