KETIK, JAKARTA – Bernyanyi atau karaoke ternyata tidak sekadar menjadi hiburan semata.
Aktivitas ini ternyata memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan tubuh, terutama kesehatan mental.
Hal ini diungkap dalam sebuah video yang diunggah oleh Trisa Triandesa pada 9 Mei 2025 di TikTok.
Ia dikenal sebagai influencer yang kerap membahas neurosains dan kesehatan mental.
Dalam penjelasannya, Trisa merujuk pada jurnal berjudul “Effects of Singing on Oral Function, Stress, and Immunity” yang terbit pada tahun 2018.
Penelitian tersebut mengungkap bahwa kebiasaan bernyanyi secara rutin memberikan sejumlah manfaat yang menarik bagi tubuh.
Penelitian ini melibatkan subjek yang bernyanyi sebanyak empat kali dalam seminggu, dengan durasi satu jam setiap sesi.
Hasilnya menunjukkan empat manfaat utama. Pertama, fungsi mulut dan sistem pencernaan menjadi lebih optimal.
Kedua, kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin mengalami penurunan, yang berarti tingkat stres psikologis ikut berkurang.
Ketiga, sistem imun tubuh menjadi lebih kuat. Keempat, tingkat stres oksidatif dalam tubuh juga menurun.
Berbagai manfaat tersebut tentu berkontribusi dalam mencegah berbagai penyakit.
Trisa bahkan menyebut bahwa bernyanyi dapat diibaratkan sebagai “detoks harian gratis” yang membantu tubuh melepaskan sisa stres dan emosi melalui suara.
“Ibaratnya nyanyi itu kayak detoks harian gratis yang bantu lo buang sisa stres dan emosi dari dalam lewat suara,” ucapnya.
Lebih dari sekadar membuat perasaan menjadi senang, bernyanyi juga memberikan efek menenangkan bagi tubuh.
Saat seseorang bernyanyi, otak cenderung merespons dengan mengurangi sinyal ancaman, sehingga tubuh merasa lebih aman dan rileks.
Proses ini memungkinkan tubuh untuk “restart” secara perlahan.
“Dan pas lo nyanyi, lo ngga cuma happy, tapi otak lo ngelepas ancaman, tubuh lo ngerasa aman, dan sistem lo me-restart pelan-pelan,” tambahnya.
Pada akhirnya, bernyanyi bukanlah soal merdu atau tidaknya suara.
Aktivitas ini justru menjadi ruang bagi setiap individu untuk bersuara, mengekspresikan diri, serta menjaga keseimbangan emosi dalam kehidupan sehari-hari. (*)
