Dinkes Kota Batu Sidak Pasar Takjil, Pastikan Bebas Boraks dan Formalin

4 Maret 2026 17:32 4 Mar 2026 17:32

Thumbnail Dinkes Kota Batu Sidak Pasar Takjil, Pastikan Bebas Boraks dan Formalin

Salah satu pasar takjil yang berada di Stadion Brantas, Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Di tengah antusiasme masyarakat berburu hidangan Ramadan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu melakukan pengawasan intensif guna memastikan seluruh makanan dan minuman yang beredar aman dikonsumsi.

Sejak akhir Februari, tim Dinkes diterjunkan ke sejumlah sentra penjualan takjil di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalkan risiko peredaran pangan yang mengandung zat berbahaya selama bulan suci.

Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari, menjelaskan pengambilan sampel dilakukan selama dua hari, yakni 24-25 Februari. Sampel yang terkumpul kemudian diuji menggunakan rapid test kit guna mendeteksi kemungkinan kandungan bahan kimia terlarang.

“Ada empat parameter kimia yang kami uji, yaitu metanil yellow, boraks, formalin, dan rhodamin B. Bahan-bahan tersebut kerap disalahgunakan untuk memperkuat warna atau memperpanjang masa simpan makanan,” ujarnya, Rabu, 4 Maret 2026.

Selain pengujian kimia, pemeriksaan juga mencakup aspek bakteriologis. Salah satu indikator yang diperiksa adalah bakteri Escherichia coli (E.coli), yang menjadi tolok ukur kebersihan air serta higienitas dalam proses pengolahan makanan.

Berdasarkan pemetaan dinkes, pengawasan dilakukan di lima wilayah kerja puskesmas. Titik pantauan meliputi Jalan Samadi Desa Pesanggrahan, kawasan Pusdik Pendem, Balai Desa Junrejo, Desa Tlekung, Desa Oro-oro Ombo, area Stadion Gelora Brantas, hingga wilayah Kecamatan Bumiaji.

Esty menegaskan, apabila ditemukan dugaan kandungan bahan berbahaya, petugas tidak serta-merta melakukan penyitaan. Proses diawali dengan uji ulang untuk memastikan validitas hasil, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium sebagai tahap konfirmasi.

“Pengawasan ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga pembinaan. Kami ingin para pedagang semakin selektif dalam memilih bahan baku dan konsisten menjaga kebersihan proses produksi, sehingga masyarakat dapat menikmati takjil dengan aman,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan rutin ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Batu dalam menjaga keamanan pangan sekaligus menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap pasar takjil yang setiap tahun menjadi penggerak ekonomi musiman selama Ramadan.

“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat merasa aman, sekaligus menjaga kepercayaan terhadap pelaku usaha takjil yang turut menggerakkan perekonomian daerah,” tutupnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pasar Takjil Pemkot Batu Dinas Kesehatan Kota Batu Kota Batu Ramadan 1447 Hijriah Ramadan takjil bulan puasa