KETIK, BATU – Rencana pembukaan Batu Fantasi Garden (BFG) sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah disambut antusias warga Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Warga berharap kawasan wisata baru itu tidak hanya ramai pengunjung, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan warga sekitar.
Tokoh masyarakat RT 3 RW 17 Dusun Gerdu, Sukariadi, mengaku menyambut baik rencana pembukaan wisata tersebut. Ia menilai, sejak tahap pembangunan saja, dampak ekonomi sudah mulai dirasakan warga sekitar.
“Secara pribadi saya sangat senang dengan adanya wisata ini. Mayoritas warga di sini sudah terlibat dalam proyek pembangunan, dan nanti saat operasional tentu akan ada kebutuhan tenaga kerja lagi. Anak-anak muda maupun warga yang memiliki potensi bisa bekerja di sana,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menambahkan, geliat ekonomi mulai terlihat dari usaha kecil milik warga. Warung-warung yang sebelumnya sepi kini mulai mendapatkan pelanggan. Warga pun mulai berbenah dan menata lingkungan dengan harapan dampak positif semakin terasa saat wisata resmi dibuka.
Sukariadi berharap ada pola kerja sama yang jelas antara manajemen pengelola dan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan home industry.
“Kami berharap ada sistem kerja sama dengan warga sekitar, terutama yang punya usaha kecil. Produk UMKM bisa dipasarkan sehingga taraf ekonomi masyarakat meningkat,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua RT 2, Usin Mujahidin. Ia menuturkan, dampak pembangunan sudah dirasakan, termasuk relokasi warga yang terdampak pelebaran jalan dan telah mendapatkan hunian layak.
“Warga yang terdampak relokasi sudah dibangunkan rumah yang layak. Kami bersyukur prosesnya berjalan baik,” ujarnya.
Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan konsep wisata kuliner di wilayah RT 2 agar warga tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Kami ingin membentuk kampung wisata kuliner agar manfaatnya dirasakan langsung oleh warga, baik secara kelompok maupun individu. Jangan sampai tenaga kerja dari luar mendominasi, sementara warga lokal justru tidak terserap,” tegasnya.
Menurut Usin, komunikasi dengan manajemen pengelola sudah terjalin dan mendapat respons positif. Ia berharap komitmen untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, termasuk lulusan SMA maupun sarjana, benar-benar diwujudkan saat operasional dimulai.
Dukungan juga datang dari Ketua RW 7, Nuriyanto. Ia berharap peluang kerja dibuka seluas-luasnya bagi warga sekitar, terutama generasi muda.
“Kami mendukung penuh. Harapannya, tenaga kerja lokal diutamakan dan tidak dipersulit. Ini kesempatan bagi warga kami untuk berkembang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dampak sosial yang sudah terlihat, mulai dari keterlibatan warga dalam pembangunan hingga perhatian terhadap fasilitas umum dan tempat ibadah.
Sementara itu, Takmir Masjid Muhammad Nur Hidayah yang juga Ketua RT 3, Sunardi, menyampaikan harapan agar pembangunan wisata turut memperhatikan kebutuhan sarana ibadah.
Menurutnya, masjid di wilayah tersebut berdiri di atas tanah wakaf seluas sekitar 600 meter persegi dan telah digunakan sebagai masjid selama empat tahun terakhir, namun masih membutuhkan pengembangan.
“Permintaan kami sederhana. Jika kawasan ini benar-benar menjadi destinasi wisata, kami berharap ada dukungan untuk pembangunan masjid. Jamaah akan semakin banyak, apalagi jika wisatawan datang. Tentu diperlukan perluasan dan fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Ia menyebut komunikasi dengan pihak desa dan pengelola telah berjalan, termasuk pembahasan rencana pembangunan lanjutan masjid yang diproyeksikan memiliki luas bangunan sekitar 300 meter persegi lebih, lengkap dengan fasilitas penunjang. (*)
