Kakek Asal Bojonegoro Meninggal di Wisata Perhutani Pemandian Air Nganget Kenduruan

18 Februari 2026 18:35 18 Feb 2026 18:35

Thumbnail Kakek Asal Bojonegoro Meninggal di Wisata Perhutani  Pemandian Air Nganget Kenduruan

Jenazah korban setelah dievakuasi petugas kepolisian Polsek Kenduruan, Rabu 18 Februari 2026 (Foto: Polres Tuban/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Seorang kakek berusia (67) berinisial S warga desa, Margomulyo, kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan meninggal dunia setelah berendam di kolam wisata perhutani air hangat Nganget, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Rabu 18 Februari 2026.

Kronologi bermula saat korban S bersama anaknya EL (45) berangkat dari rumahnya di wilayah Bojonegoro. Mereka hendak terapi pemulihan penyakit stroke yang dialami orang tuanya tersebut. Kemudian, rombongan keluarga ini setibanya di pemandian wisata perhutani air hangat Nganget, pukul 16.15 Wib. Korban S mandi bersama-sama dengan pengunjung lainya.

''korban S datang bersama keluarga. Lalu, mandi dan berendam di kolam air hangat dengan pengunjung lain," kata Kasi Humas Polres Tuban Iptu Siswanto kepada Ketik.com, Rabu 18 Februari 2026.

Kemudian kondisi korban S kurang lebih selama 15 menit berendam di kolam. Tetapi, tiba - tiba ada keanehan. Sebab, posisi dalam keadaan lemas serta kepala menunduk.

Sontak melihat kejadian disampingnya itu, Sunarto tukang pijat di area wisata, kala peristiwa terjadi dirinya juga posisi dalam kolam pemandian langsung seketika menolong korban dengan cara diangkat dari dalam kolam. "Tetapi takdir berkata lain, Korban sudah meninggal dunia," imbuhnya 

Menurut keterangan anak korban EL, tambah Iptu Siswanto korban mempunyai riwayat penyakit stroke kurang lebih sudah 3 tahun.

"Tidak ada unsur apapun kejadian murni musibah. Korban S yang meninggal ada riwayat penyakit stroke," jelasnya.

Untuk itu, Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto mengimbau kepada Masyarakat atau pelancong yang berwisata ke air panas Nganget. Menurutnya, mandi air hangat memang memberikan efek relaksasi yang bermanfaat. Namun begitu, ia berpesan individu kudu mempertimbangkan kondisi tubuh tetap fit misalnya, sebelum berendam kondisi perut tidak boleh kosong (makan) makanan ringan atau nasi.

"Kami imbau warga atau pelancong yang hendak terapi mandi di air hangat, untuk selalu dalam kondisi fit, dan perut tidak boleh kosong," tutup Iptu Siswanto.(*)

Tombol Google News

Tags:

WisataNganget Polrestuban Hukum kriminal Perhutani kphjatirogo