Diare Massal Landa Sudimoro, Komisi II DPRD Pacitan Desak Dinas Segera Usut Penyebab!

20 Januari 2026 13:55 20 Jan 2026 13:55

Thumbnail Diare Massal Landa Sudimoro, Komisi II DPRD Pacitan Desak Dinas Segera Usut Penyebab!

Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko angkat bicara soal lonjakan kasus diare massal di Kecamatan Sudimoro, Pacitan, Selasa, 20 Januari 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Ratusan warga di Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan mendadak tumbang akibat diare massal baru-baru ini.

Dalam kurun waktu singkat, fasilitas kesehatan setempat diserbu pasien dengan keluhan serupa. Muncul kekhawatiran akan potensi kejadian luar biasa jika tidak segera ditangani.

Jumlah warga yang datang berobat dengan keluhan diare mencapai sekitar 270 orang. Berdasarkan laporan yang dihimpun, kasus diare di wilayah kerja Puskesmas Sudimoro itu mulai terdeteksi sejak Sabtu, 17 Januari 2026. 

Angka tersebut mendapat perhatian dari DPRD Pacitan.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, menyebut jumlah pasien yang mencapai ratusan orang tidak bisa dianggap sepele.

“Kalau jumlah segitu tidak sedikit, itu sudah terlalu banyak. Jangan sampai ini meluas,” kata Rudi Handoko saat dikonfirmasi Ketik.com, Selasa, 20 Januari 2025.

Ia menyampaikan, DPRD Pacitan akan segera meminta keterangan resmi dari dinas terkait mengenai hasil koordinasi di lapangan, termasuk penelusuran faktor lingkungan yang diduga menjadi pemicu munculnya kasus diare secara bersamaan.

“Kalau memang virus, virus apa. Kalau bakteri, bakteri apa. Dan bagaimana solusinya itu harus jelas, supaya segera ada langkah antisipasi,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman kejadian luar biasa Hepatitis A di Pacitan pada 2019 lalu harus menjadi pengingat serius. Saat itu, pencemaran air menjadi salah satu faktor utama meluasnya penyakit di tengah masyarakat.

“Jangan sampai menjadi Kejadian Luar Biasa seperti Hepatitis A tahun 2019 lalu yang dipicu pencemaran air. Kami ingin ada tindakan pencegahan yang jelas. Puskesmas sudah melakukan screening, tapi kami juga menunggu langkah dan hasil dari dinas, penyebabnya apa,” ucapnya.

Rudi menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam penanganan kasus diare di Sudimoro, terlebih sebagian pasien merupakan anak-anak. Ia menyebut deteksi dini tidak bisa hanya dibebankan pada tenaga kesehatan.

“Saya sudah menekankan pentingnya koordinasi dengan lingkungan sekitar, mulai dari sekolah, camat, hingga pihak lain. Deteksi dini itu harus melibatkan semua,” katanya.

Selain penelusuran penyebab, DPRD Pacitan juga menaruh perhatian pada kesiapan fasilitas kesehatan. Ketersediaan obat-obatan di Puskesmas Sudimoro menjadi salah satu aspek yang bakal ditanyakan langsung ke dinas terkait.

“Jangan sampai ada kekurangan obat, ini nanti juga akan kami tanyakan ke dinas,” ujarnya.

DPRD Pacitan akan terus memantau perkembangan kasus diare di Kecamatan Sudimoro. Bahkan, jika diperlukan, DPRD siap turun langsung ke lapangan bersama dinas terkait untuk memastikan penanganan dan pencegahan berjalan optimal.

“Ini menyangkut kesehatan masyarakat. Jangan sampai terlambat ditangani,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

diare massal Sudimoro pacitan Puskesmas Sudimoro DPRD Pacitan Kesehatan Masyarakat