KETIK, JAKARTA – Militer Israel menyatakan berada dalam tingkat kesiapsiagaan tinggi menyusul meningkatnya ketegangan regional, seiring laporan bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap Iran. Tentara Pertahanan Israel (Israel Defense Force/IDF) menegaskan bahwa mereka bersiap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk perkembangan yang tidak terduga.
Dikutip dari the Times of Israel, IDF menyatakan pihaknya “berada dalam kondisi siaga menghadapi skenario kejutan”, sebuah istilah yang merujuk pada kemungkinan eskalasi cepat akibat langkah militer Amerika Serikat terhadap Teheran.
“IDF berada dalam kondisi siaga untuk menghadapi skenario kejutan,” demikian pernyataan militer Israel.
Kekhawatiran Dampak Balasan Iran
Pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran bahwa jika AS melancarkan serangan terhadap Iran, Israel dapat menjadi sasaran balasan, baik secara langsung dari Teheran maupun melalui kelompok proksi Iran di kawasan, termasuk Hizbullah di Lebanon, milisi di Suriah, atau kelompok bersenjata di Gaza dan Irak.
Menurut laporan tersebut, militer Israel memantau situasi dengan ketat dan menilai bahwa setiap aksi militer AS berpotensi memicu rangkaian respons regional yang cepat dan sulit diprediksi.
Seorang sumber keamanan Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa kesiapsiagaan ini bersifat menyeluruh.
“Kami mempersiapkan diri untuk berbagai kemungkinan, termasuk perkembangan yang tidak terduga,” kata sumber tersebut.
Koordinasi dengan Amerika Serikat
Meski belum ada keputusan resmi dari Washington, diskusi antara pejabat keamanan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan terus berlangsung. Israel menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat langsung dalam perencanaan serangan AS, namun sebagai sekutu dekat dan target potensial balasan Iran, Israel harus bersiap terhadap segala skenario.
IDF menyebut bahwa kesiapsiagaan tersebut mencakup penguatan pertahanan udara, kesiapan pasukan di berbagai front, serta peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman rudal dan drone.
Iran Kirim Sinyal Ancaman Balasan
Di sisi lain, Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan militer terhadap wilayahnya akan dibalas. Pejabat Iran sebelumnya menyatakan bahwa Israel akan dianggap sebagai target sah jika konflik meluas akibat campur tangan Amerika Serikat.
Situasi ini menempatkan Israel dalam posisi rawan, meski Tel Aviv menegaskan bahwa mereka tidak mencari eskalasi, tetapi siap mempertahankan diri.
Pernyataan IDF mencerminkan meningkatnya ketidakpastian keamanan di Timur Tengah. Gelombang protes di Iran, tekanan internasional terhadap Teheran, serta kemungkinan keterlibatan militer AS menciptakan situasi yang sangat mudah berubah.
Dengan menegaskan kesiapan menghadapi “skenario kejutan”, militer Israel mengirimkan pesan bahwa negara itu tidak lengah terhadap potensi dampak tidak langsung dari keputusan strategis Washington.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi bahwa Amerika Serikat akan melancarkan serangan militer. Namun bagi Israel, antisipasi dini dianggap krusial untuk mencegah kejutan strategis di kawasan yang sudah lama diliputi konflik. (*)
