Tak Sekadar Percantik Kampung, KKN Universitas Muhammadiyah Malang Dorong Kualitas Wisata Jodipan

28 Februari 2026 21:21 28 Feb 2026 21:21

Thumbnail Tak Sekadar Percantik Kampung, KKN Universitas Muhammadiyah Malang Dorong Kualitas Wisata Jodipan

Tim KKN Kelompok 13 UMM sedang berfoto bersama warga Kampung Warna-Warni Jodipan, Kota Malang. (Foto: Humas UMM)

KETIK, MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat di Kampung Warna-Warni Jodipan. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek estetika kawasan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam pengelolaan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Melalui pendekatan partisipatif, tim KKN Kelompok 13 merancang berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan komunikasi, pengembangan ekonomi kreatif, serta pemanfaatan teknologi digital. Ketua Kelompok 13, Muhammad Syahva Putra Disa Rizki, menuturkan bahwa kampung wisata perlu terus berinovasi agar tetap relevan dan mampu bersaing di tengah dinamika pariwisata perkotaan.

Sejumlah program unggulan yang dijalankan antara lain Speaking Color, Sparkling Jodipan, dan Jodipan Clay. Program Speaking Color difokuskan pada pembelajaran bahasa sederhana bagi anak-anak agar lebih percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan. Sementara Sparkling Jodipan dan Jodipan Clay mendorong warga untuk mengembangkan produk minuman serta suvenir sebagai upaya menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Program ini kami rancang untuk membantu memberdayakan warga, terutama agar mereka lebih siap dan percaya diri dalam menyambut serta berinteraksi dengan wisatawan,” ujar Syahva.

Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, mahasiswa juga menghadirkan inovasi bertajuk Warna Digital Jodipan. Inovasi ini diwujudkan melalui pemasangan kode QR pada mural-mural kampung yang terhubung dengan narasi digital berisi cerita di balik setiap lukisan, mulai dari tradisi masyarakat hingga identitas lokal Malang.

“Setiap mural memiliki QR tersendiri sehingga pengunjung tidak hanya menikmati visual, tetapi juga memahami makna di balik karya tersebut,” tambahnya.

Pendekatan sosial turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Mahasiswa membangun kedekatan dengan warga melalui dialog informal, pendampingan belajar bagi anak-anak, serta keterlibatan langsung dengan membeli produk lokal. Pola ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kepercayaan sekaligus memperkuat keberlanjutan program di tingkat komunitas.

Dosen pembimbing KKN, Jamroji, menilai program yang diinisiasi mahasiswa relevan dengan kebutuhan penguatan kawasan wisata berbasis masyarakat. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadirkan solusi yang kontekstual serta berkelanjutan bagi warga setempat.

Program yang telah dirintis selanjutnya diserahkan kepada warga untuk dikelola secara mandiri, dengan tetap membuka ruang komunikasi lanjutan bersama mahasiswa dan pihak kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMM berharap dapat meninggalkan fondasi pemberdayaan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Kampung Warna-Warni Jodipan.

Tombol Google News

Tags:

KKN Kelompok 13 UMM Universitas Muhammadiyah Malang Kampung Warna-Warni Jodipan Muhammad Syahva Putra Disa Rizki Jamroji Warna Digital Jodipan