KETIK, BATU – Kota Batu terus menunjukkan peningkatan daya saing. Hasil analisis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan skor Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kota Batu pada 2025 sebesar 3,92, naik dibandingkan 2024 yang berada di angka 3,81.
Capaian tersebut juga melampaui rata-rata nasional yang berada pada angka 3,50 serta sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur yang mencapai 3,91.
Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan sosialisasi hasil analisis serta strategi peningkatan daya saing daerah yang digelar di Ruang Rapat Utama Balai Kota Among Tani, Jumat, 13 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Penjabat Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
Dalam arahannya, Nurochman menegaskan bahwa peningkatan skor tersebut menunjukkan arah pembangunan daerah yang semakin positif.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Indeks daya saing bukan sekadar angka atau ajang kompetisi. Ini merupakan instrumen evaluasi bagi pemerintah untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan hasil analisis IDSD 2025, Kota Batu memiliki sejumlah pilar yang menjadi kekuatan utama dalam menopang daya saing daerah.
Salah satunya adalah pilar Pasar Produk yang memperoleh skor sempurna 5,00, mencerminkan aktivitas perdagangan serta perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang cukup dinamis.
Selain itu, pilar Adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga mencatat kinerja sangat baik dengan skor 4,99. Nilai tersebut menunjukkan bahwa dukungan infrastruktur digital di Kota Batu dinilai mampu menunjang aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik.
Pilar Institusi turut menunjukkan kinerja kuat dengan skor 4,68 yang mencerminkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang.
Sementara itu, pilar Keterampilan memperoleh skor 4,50 yang menggambarkan kualitas sumber daya manusia di Kota Batu yang semakin kompetitif.
Meski demikian, Nurochman mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan. Beberapa di antaranya adalah pilar Dinamika Bisnis dengan skor 2,70, Kapabilitas Inovasi dengan skor 2,78, serta pilar Infrastruktur yang mencatat skor 3,20.
Menurutnya, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Batu dalam merumuskan berbagai strategi pembangunan ke depan.
Upaya yang akan diperkuat antara lain percepatan digitalisasi layanan publik dan perizinan usaha, penguatan ekosistem inovasi daerah, serta peningkatan kualitas infrastruktur.
“Dengan dukungan data yang akurat, inovasi kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor, kami optimistis daya saing Kota Batu dapat terus meningkat sekaligus berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Melalui penguatan berbagai pilar tersebut, pemerintah daerah berharap tren peningkatan kinerja pembangunan dapat terus dipertahankan sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai kota wisata berbasis ekonomi kreatif dan pertanian hortikultura yang memiliki daya saing tinggi. (*)
