Unisma Perkuat Posisi sebagai Kampus Unggulan, 8 Dosen Sabet Penghargaan Anugerah LPTNU 2026

14 Maret 2026 11:00 14 Mar 2026 11:00

Thumbnail Unisma Perkuat Posisi sebagai Kampus Unggulan, 8 Dosen Sabet Penghargaan Anugerah LPTNU 2026

Delapan dosen Unisma berhasil meraih penghargaan Anugerah LPTNU 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) memperkuat posisinya sebagai kampus unggulan di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU). Sebanyak delapan dosen Unisma berhasil meraih Anugerah Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) 2026.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menjelaskan capaian delapan dosen tersebut tersebar dalam berbagai kategori, yakni kategori Ilmuwan dengan Capaian Karya Ilmiah Berpengaruh dan kategori Cendekiawan Ilmu Agama dengan Capaian Karya Ilmiah Berpengaruh.

“Penghargaan yang diterima oleh delapan dosen kami dalam ajang Anugerah LPTNU 2026 sangat membanggakan. Namun, saya fokus pada Ilmuwan LPTNU, yaitu dosen yang berada di lingkungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Indonesia,” ujarnya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Untuk kategori Ilmuwan dengan Capaian Karya Ilmiah Berpengaruh, penghargaan diberikan di beberapa bidang. Pada bidang teknik, Unisma meraih posisi kedua yang diraih oleh Prof. Dr. Eko Noerhayati. Pada bidang ilmu sosial, posisi pertama diraih oleh Dr. Hayat.

Pada bidang agro, posisi pertama dan kedua diraih oleh Prof. Agus Sugianto dan Prof. Novi Arfarita. Sementara itu, pada bidang ilmu-ilmu alam dan kehidupan, posisi pertama diraih oleh Prof. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer.

Pada bidang pendidikan, posisi ketiga diraih oleh Dr. Sri Wahyuni, sedangkan pada bidang kesehatan posisi ketiga diraih oleh Dr. Yudi Purnomo.

Sementara itu, untuk kategori Cendekiawan Ilmu Agama dengan Capaian Karya Ilmiah Berpengaruh, Unisma berhasil meraih posisi ketiga pada bidang fikih oleh Dr. Shofiatul Jannah.

Dalam proses penilaian, tahap awal dimulai dari nominasi secara longlist. Panitia menggali data dengan rujukan utama jurnal ilmiah terbitan SINTA Kemendikbudristek.

“Maka terkumpullah sejumlah 545 orang yang kemudian masuk tahap shortlist. Selanjutnya dilakukan verifikasi administratif terkait apakah benar yang bersangkutan merupakan dosen di perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, bukan dosen negeri yang berada di PTNU,” jelas Prof. Junaidi.

Penilaian substantif juga dilakukan dengan melihat dampak akademik dan ilmiah dari karya serta kontribusinya kepada masyarakat maupun umat. Selain itu, relevansi bagi pengembangan PTNU, keberlanjutan kontribusi, hingga keteladanan dan integritas masing-masing dosen juga menjadi indikator utama penilaian.

“Unisma mendapatkan penghargaan dari LPTNU atas berbagai prestasi tersebut. Hal ini semakin mengukuhkan posisi Unisma di antara perguruan tinggi Nahdlatul Ulama lainnya,” tegasnya.

Prof. Junaidi berharap capaian tersebut dapat mendorong Unisma untuk terus memberikan kontribusi kepada masyarakat dan umat sebagai bagian dari PTNU. Terlebih, LPTNU juga memfasilitasi terbangunnya kolaborasi antar kampus di bawah naungan NU.

“LPTNU membangun kolaborasi di antara perguruan tinggi untuk dapat maju bersama melalui berbagai aktivitas kolaboratif, termasuk dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” tutupnya.

Tombol Google News

Tags:

UNISMA Dosen Unisma LPTNU Anugerah LPTNU Capaian Karya Ilmiah Berpengaruh Prof Junaidi