Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

14 Maret 2026 11:05 14 Mar 2026 11:05

Thumbnail Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

Gubernur Khofifah bersama salah satu penerima manfaat dalam acara Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun pada Kamis, 12 Maret 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat perlindungan sosial dan ekonomi masyarakat melalui program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 Hijriah. Kali ini bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat di Kota dan Kabupaten Madiun yang dipusatkan di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Kamis 12 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani, Bupati Madiun Hari Wuryanto, serta Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F. Bagas Panuntun. Total bantuan yang disalurkan di dua wilayah tersebut mencapai Rp17.499.800.000, terdiri dari Rp1.479.600.000 untuk Kota Madiun dan Rp16.020.200.000 untuk Kabupaten Madiun.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial menyalurkan berbagai bantuan sosial di Kota Madiun dengan total anggaran Rp1.479.600.000. Bantuan tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi 506 keluarga penerima manfaat senilai Rp1.012.000.000, bantuan kemiskinan ekstrem bagi 108 jiwa sebesar Rp162.000.000, serta bantuan untuk 58 penyandang disabilitas senilai Rp208.800.000.

Selain itu, terdapat bantuan KIP PPKS Jawara bagi satu penerima sebesar Rp3.000.000 serta dukungan operasional bagi 40 pilar sosial, termasuk SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana)—dengan total nilai Rp93.800.000.

Sementara itu, total alokasi bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Madiun mencapai Rp16.020.200.000. Dari jumlah tersebut, bantuan sosial yang disalurkan mencapai Rp6.457.200.000. Rinciannya meliputi PKH Plus bagi 2.112 keluarga penerima manfaat senilai Rp4.224.000.000, bantuan kemiskinan ekstrem bagi 556 jiwa sebesar Rp834.000.000, serta bantuan bagi 214 buruh pabrik rokok melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp214.000.000.

Bantuan lainnya juga diberikan kepada 194 penyandang disabilitas senilai Rp698.400.000, KIP PPKS Jawara bagi 12 penerima sebesar Rp36.000.000, serta bantuan permakanan bagi lembaga kesejahteraan sosial untuk 32 penerima senilai Rp146.400.000. Dukungan operasional juga diberikan kepada 141 pilar sosial di Kabupaten Madiun dengan total bantuan Rp304.400.000.

Di luar bantuan sosial tersebut, Pemprov Jawa Timur juga menyalurkan zakat produktif kepada 50 penerima senilai Rp25.000.000 serta program pemberdayaan desa melalui BUMDes, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa dengan total anggaran Rp838.000.000.

Selain itu, dukungan lintas perangkat daerah untuk pembangunan desa juga disalurkan dengan total nilai Rp8.700.000.000. Bantuan tersebut mencakup sektor pemberdayaan masyarakat dan desa, perindustrian dan perdagangan, perumahan dan kawasan permukiman, infrastruktur jalan, kebudayaan dan pariwisata, hingga sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa program bantuan sosial yang disalurkan bertepatan dengan bulan Ramadan merupakan bentuk komitmen Pemprov Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

"Bansos ini memang program Pemerintah Provinsi. Dan karena ini bulan Ramadhan, maka kita berseiringilah antara Sapa Bansos dengan Amaliyah Ramadan. Harapan kita ini akan menjadi bantalan sosial bagi mereka. Dan untuk masyarakat dengan kemiskinan ekstrem akan menjadi bantalan ekonomi bagi mereka," ujarnya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Khofifah, di antaranya berupa Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp3.600.000 per tahun yang disertai paket sembako. Selain itu, bantuan PKH Plus, bantuan kemiskinan ekstrem, serta zakat produktif juga diberikan kepada masing-masing 10 penerima secara simbolis.

Dukungan operasional juga diberikan kepada para pilar sosial yang berperan dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat, seperti pendamping PKH Plus, TKSK, serta Tagana. Bantuan pemberdayaan desa juga diserahkan melalui program Desa Berdaya, Jatim Puspa, serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Tak hanya itu, Pemprov Jawa Timur turut memberikan dukungan pembangunan infrastruktur berupa 250 drum aspal kepada Pemerintah Kabupaten Madiun. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Khofifah kepada Bupati Madiun sebagai upaya mendukung perbaikan infrastruktur jalan di daerah tersebut.

Khofifah menjelaskan bahwa berbagai bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, khususnya mereka yang tergolong dalam kemiskinan ekstrem. 

"Kemiskinan ekstrem adalah mereka yang ada di Desil 1. Clear sebetulnya datanya. Kita juga berikan untuk kelompok lansia kurang mampu dan ini sifatnya charity. Itu mereka menerima Rp2 juta per tahun atau Rp500 ribu per triwulan," jelasnya.

Selain program perlindungan sosial, Pemprov Jawa Timur juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program KIP Jawara yang menyasar perempuan kepala keluarga atau single parent dari kelompok masyarakat desil 1 hingga 4. 

"Mereka adalah single parent dan mereka juga masuk pada desil 1 sampai 4. Itulah yang eligible untuk terima program KIP Jawara. Maka, KIP Jawara ini adalah perempuan single parent dan mereka mendapatkan bantuan program Rp3 juta. Dan bisa kita lihat sekarang bagaimana produk-produk yang didisplay di booth pendopo ini adalah produk dari KIP Jawara," tambahnya.

Di akhir kegiatan, Khofifah juga membagikan 30 Al-Qur’an cetakan Madinah yang merupakan hadiah dari Raja Salman kepada masyarakat yang hadir. Ia juga menyerahkan bantuan sembako dan tali asih kepada 102 pengemudi becak di sekitar Kantor Bakorwil Madiun.

Pada kesempatan yang sama, bantuan juga diberikan kepada 77 staf Bakorwil Madiun, termasuk tenaga outsourcing, petugas keamanan, serta petugas kebersihan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Bantuan Sosial bansos Sapa Bansos Amaliyah Ramadan Ekonomi madiun Jawa timur