Dari Prahaji hingga Embarkasi, FKIK UIN Malang Siap Kawal Istitoah Jemaah Haji 2026

4 Februari 2026 22:07 4 Feb 2026 22:07

Thumbnail Dari Prahaji hingga Embarkasi, FKIK UIN Malang Siap Kawal Istitoah Jemaah Haji 2026

Asrama Haji Embarkasi Surabaya memberangkatkan kloter 97, sekaligus kloter terakhir pada Jumat 30 Mei 2025 pukul 21.30 WIB. (Foto: Fitra/Ketik.co.id)

KETIK, BATU – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pendampingan kesehatan calon jemaah haji, seiring kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad(K), mengatakan FKIK memiliki keunggulan khusus di bidang kedokteran haji dan umrah yang telah terintegrasi dalam kurikulum pendidikan.

“Keunggulan FKIK memang terletak pada kedokteran haji dan umrah. Sejak awal, kurikulum kami sudah terintegrasi dengan blok kedokteran haji, mulai dari mahasiswa sarjana, preklinik, hingga mahasiswa profesi dokter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain blok kedokteran haji, FKIK juga memiliki program Hajj and Umrah Interprofessional Education (HAC IPE) yang melibatkan lintas program studi, khususnya kedokteran dan farmasi. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan kesehatan secara langsung kepada calon jemaah haji.

“Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam pendampingan jemaah haji. Mahasiswa sarjana sudah mulai melakukan pendampingan, sementara dokter muda mendampingi calon jemaah hingga ke embarkasi untuk memastikan kondisi istitoah,” jelasnya.

Menurut Prof Yuyun, pendampingan dilakukan secara personal berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing calon jemaah haji. Mahasiswa dan dosen bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah serta Dinas Kesehatan untuk memperoleh data calon jemaah haji yang akan didampingi.

“Jika calon jemaah memiliki masalah kesehatan seperti hipertensi, maka pendampingannya disesuaikan dengan kondisi tersebut. Mahasiswa menyusun buku saku, poster edukasi, hingga pendampingan pola makan dan olahraga,” paparnya.

Ia menilai, program ini memberikan manfaat ganda. Mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran langsung, sementara calon jemaah haji mendapatkan pendampingan kesehatan yang komprehensif sebelum keberangkatan.

“Ini juga sejalan dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Ada aspek pendidikan, penelitian karena datanya bisa dikembangkan menjadi riset, serta pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan KKN tematik kedokteran haji,” ungkapnya.

Terkait kesiapan sumber daya manusia, Yuyun menegaskan seluruh elemen FKIK terlibat aktif dalam program tersebut.

“SDM kami siap. Mulai dari dosen, mahasiswa sarjana, hingga dokter muda, semuanya turun langsung dalam kegiatan pendampingan,” tegasnya.

Untuk musim haji 2026, FKIK UIN Malang menyiapkan ratusan mahasiswa untuk terlibat dalam pembinaan calon jemaah haji.

“Untuk tingkat sarjana, seluruh mahasiswa yang mengambil blok kedokteran haji akan terlibat, jumlahnya bisa mencapai ratusan. Sementara untuk dokter muda, disesuaikan dengan jumlah peserta profesi,” jelasnya.

Ke depan, FKIK berharap kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah dapat terus diperkuat, sehingga pendampingan tidak hanya dilakukan hingga embarkasi, tetapi juga berlanjut sampai ke Tanah Suci.

“Harapannya, pendampingan kesehatan jemaah haji bisa dilakukan secara berkelanjutan, bahkan hingga di Arab Saudi, sehingga tujuan utama memastikan jemaah haji istitoah dapat benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tingginya angka kesakitan dan kematian jemaah haji Indonesia mendorong Kementerian Haji dan Umrah RI menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra strategis. Salah satunya adalah UIN Malang, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Kampus 3 UIN Malang, Junrejo, Kota Batu, Selasa, 3 Februari 2026.

Menteri Haji dan Umrah RI, Muhammad Irfan Yusuf, menyebut UIN Malang memiliki keunggulan penting, khususnya pada Fakultas Kedokteran yang fokus pada kesehatan haji. Kerja sama ini diharapkan mampu menekan angka kesakitan dan kematian jemaah haji Indonesia yang masih tergolong tinggi. (*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Jemaah Haji 2026 kementerian haji dan umrah Haji 2026 ‎ haji Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib kedokteran haji