KETIK, BATU – Kerusakan pipa utama di kawasan Sumber Banyuning menyebabkan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Batu dan Kota Malang terganggu. Ribuan pelanggan Perumdam Among Tirto Kota Batu dan Perumda Tugu Tirta Kota Malang terdampak.
Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf, mengatakan gangguan tersebut berdampak langsung pada penurunan debit air yang mengalir ke pelanggan, terutama di wilayah Kota Batu.
“Gangguan pada pipa distribusi Banyuning mengakibatkan debit air turun hingga sekitar 10 liter per detik,” ujar Achmad Yusuf, Rabu, 4 Februari 2026.
Pria yang akrab disapa Gendon itu menjelaskan, pipa yang bermasalah merupakan pipa utama berdiameter 12 dimyang selama ini menopang distribusi air bersih ke dua daerah sekaligus, yakni Kota Batu dan Kota Malang. Dampaknya gangguan tidak hanya dirasakan satu wilayah.
“Gangguan ini tidak hanya berdampak pada Kota Batu, tetapi juga Kota Malang. Kendala utamanya terletak pada posisi pipa yang tertanam sangat dalam, sehingga perbaikan tidak dapat dilakukan secara cepat,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pipa tersebut tertanam sepanjang kurang lebih 100 meter dengan kedalaman mencapai sekitar tujuh meter di bawah permukaan tanah. Jika perbaikan dilakukan menggunakan alat berat, berpotensi mengganggu struktur jalan utama di atasnya.
“Kami khawatir penggunaan alat berat justru memunculkan risiko lain, seperti amblesan atau kerusakan lanjutan,” katanya.
Menurut Gendon, proses perbaikan melalui metode penggalian membutuhkan tim teknis khusus karena tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Selain itu, penentuan titik kerusakan juga memerlukan waktu karena posisi pipa berada jauh di dalam tanah.
“Bersama Perumda Tugu Tirta, langkah awal yang kami lakukan adalah memasukkan kamera ke titik yang diduga bermasalah untuk memastikan apakah terjadi kebocoran atau penyumbatan yang menyebabkan penurunan aliran air,” imbuhnya.
Adapun wilayah terdampak di Kota Batu meliputi sebagian kawasan Temas, Mojorejo, serta Dusun Sekar Putih dan Bangkon di Desa Pendem. Meminimalisasi dampak terhadap masyarakat, Perumdam Among Tirto telah menerapkan sejumlah langkah penanganan darurat.
“Kami melakukan rekayasa distribusi menggunakan pipa portabel dan menyalurkan air bersih melalui mobil tangki, bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Lingkungan Hidup,” tambahnya.
Gendon mengakui, persoalan teknis seperti ini kerap sulit dipahami secara rinci oleh masyarakat. Meski demikian, ia memastikan upaya penanganan terus dilakukan secara maksimal oleh tim di lapangan.
“Dengan kondisi pipa yang berada di lokasi sulit, perbaikan memang membutuhkan waktu. Prosesnya sangat bergantung pada hasil koordinasi dan pekerjaan tim teknis, termasuk dari Perumda Tugu Tirta yang juga terlibat langsung,” pungkasnya.
Sementara itu, Perumda Tugu Tirta Kota Malang telah lebih dahulu mengeluarkan pemberitahuan gangguan layanan pada Selasa, 3 Februari 2026. Dalam pengumuman tersebut, sejumlah wilayah terdampak di Kota Malang antara lain Perum Griya Shanta, Sudimoro, kawasan Kerto, Jalan Mayjen Panjaitan, MT Haryono, Soekarno-Hatta, Tasikmadu, dan sekitarnya. (*)
