KETIK, BATU – Kepolisian masih mendalami kasus penemuan jasad berinisial KHK yang ditemukan di aliran Sungai Clumprit, Jalan Patimura Gang 5, Kecamatan Batu, Kota Batu. Korban diketahui merupakan mahasiswa program doktoral (S3) Biologi Universitas Brawijaya (UB) yang juga berprofesi sebagai dosen muda di kampus tersebut.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing di sekitar lokasi kejadian pada Kamis, 20 November 2025. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan proses evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu yang terlibat dalam proses evakuasi menyebutkan, kondisi tubuh korban saat ditemukan sudah dalam keadaan membengkak.
Berdasarkan kondisi tersebut, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan. Di lokasi kejadian, petugas juga tidak menemukan identitas diri maupun barang pribadi milik korban.
Ketiadaan sejumlah barang, seperti telepon genggam dan sepeda motor korban, memunculkan dugaan adanya kejanggalan dalam peristiwa tersebut.
Atas dasar itu, kepolisian melakukan penyelidikan secara intensif dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto, menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini,” ujar AKP Joko Suprianto, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menambahkan, hingga saat ini penyidik telah meminta keterangan dari puluhan saksi dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.
“Total sementara ada 27 saksi yang telah dimintai keterangan, dan kemungkinan masih akan bertambah,” katanya. (*)
