KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus mendorong kemajuan desa melalui berbagai strategi berbasis pemberdayaan sumber daya manusia.
Kepala Desa Tikusan, Ir. Sunarto, dikenal mengedepankan dedikasi, kreativitas, serta kolaborasi lintas elemen desa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaan tugas pemerintahan desa, Sunarto selalu melibatkan perangkat desa serta menjalin kerja sama dengan seluruh unsur kelembagaan desa, mulai RT, RW, BPD beserta jajarannya, hingga tokoh masyarakat. Setiap ide dan inovasi yang dijalankan terlebih dahulu melalui proses musyawarah untuk mufakat.
“Setiap gagasan selalu kami musyawarahkan bersama. Dukungan penuh dari warga menjadi kunci penting agar program berjalan dan membawa manfaat bagi kemajuan desa,” ujar Sunarto.
Saat dikonfirmasi di Kantor Desa Tikusan, Rabu, 4 Februari 2027, Sunarto menyampaikan bahwa Desa Tikusan memiliki program unggulan berupa penerapan teknologi digital melalui konsep Smart Desa. Digitalisasi tersebut mencakup pelayanan masyarakat, penyediaan konten informasi, hingga akses internet.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Desa Tikusan sudah menerapkan digitalisasi pelayanan. Kami mendapat apresiasi dari tingkat kecamatan, PMD, hingga kabupaten, bahkan meraih prestasi juara dua Smart Desa,” katanya.
Sunarto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Bojonegoro menambahkan, sistem digitalisasi desa sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mempersiapkan kualitas SDM seluruh desa di wilayah tersebut.
Selain itu, Desa Tikusan juga meraih prestasi juara satu keterbukaan informasi publik tingkat Provinsi Jawa Timur.
Terkait program strategis nasional ketahanan pangan, Sunarto menegaskan pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah pusat.
“Kami sangat siap mendukung program ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto. Kami melakukan berbagai langkah dan inovasi kreatif,” ucapnya.
Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah budidaya tanaman buah melon di greenhouse modern. Inovasi tersebut menghasilkan buah melon dengan bentuk tidak biasa, seperti kotak dan berbentuk hati bertuliskan i love, yang menjadi daya tarik tersendiri.
“Hasil inovasi ini cukup menarik dan menjadi unggulan desa. Banyak diminati masyarakat, bahkan dari desa dan daerah lain,” jelasnya.
Ia menyebut, smart greenhouse yang dikembangkan telah menggunakan sistem digitalisasi otomatis, mulai pengaturan suhu, sirkulasi udara, pemupukan, hingga kebutuhan air. Program ini diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Sementara untuk kebutuhan petani, Desa Tikusan juga didukung sistem irigasi yang memadai. “Petani bisa panen hingga tiga kali. Kebutuhan air untuk padi, palawija, dan tanaman lainnya terpenuhi,” pungkas Sunarto. (*)
