KETIK, HALMAHERA SELATAN – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan bahwa minimnya partisipasi sejumlah kecamatan dalam Jambore Cabang Pramuka tak bisa dipandang sebagai hal sepele.
Bagi Bassam, sikap pasif di level Kecamatan justru memperlihatkan masih adanya pihak yang belum menempatkan agenda pembinaan generasi muda sebagai urusan penting.
Penegasan itu disampaikan Bassam usai membuka Jambore Cabang Pramuka Halmahera Selatan, Kamis 9 April 2026.
Di tengah semangat kegiatan yang seharusnya menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan pemuda, Bassam justru menyorot belum maksimalnya dukungan dari sejumlah Camat terhadap keterlibatan peserta dari wilayah masing-masing.
Menurutnya, Jambore Pramuka bukan agenda seremonial yang cukup dihadiri lalu selesai. Kegiatan itu, kata dia, merupakan ruang pendidikan karakter, pembinaan mental, dan penguatan keterampilan yang mestinya dijaga bersama oleh seluruh unsur pemerintah, terutama para Camat sebagai ujung tombak pembinaan di wilayah.
“Agenda Pramuka ini bukan sekedar seremonial atau agenda rutin pemerintah daerah, tapi ini agenda pembinaan, pembentukan karakter anak-anak dan pemuda di wilayah kita Halmahera Selatan,” ujar Bassam.
Bassam menekankan, Pramuka memuat nilai edukasi, disiplin, keterampilan, dan pembentukan watak. Karena itu, ia berharap seluruh pihak tidak berdiri di pinggir, apalagi bersikap pasif, ketika agenda yang menyangkut masa depan anak-anak daerah sedang dijalankan.
“Pramuka ini penuh dengan edukasi dan keterampilan dan juga pembangunan karakter, penting jadi perhatian kita semua untuk mendukung, mendampingi, dan mendorong agenda-agenda Pramuka ini bisa berjalan di Halsel,” katanya.
Ia mengaku belum menerima laporan rinci terkait alasan sejumlah kecamatan tidak ikut serta. Namun Bassam memberi isyarat tegas bahwa ketidakhadiran itu semestinya tidak terjadi, sebab kecamatan yang letaknya jauh saja tetap berupaya datang dan ambil bagian dalam jambore tersebut.
“Saya belum tahu laporannya apa, tapi saya rasa harusnya tidak menjadi masalah, karena dari Obi pun datang, dari Kayoa juga datang jauh-jauh. Harusnya camat-camat yang lain juga berusaha proaktif supaya perwakilan dari cabang-cabang masing-masing bisa hadir,” tegasnya.
Bassam menyebut, persoalan ini tidak akan dibiarkan berlalu sebagai catatan biasa. Pemerintah daerah, kata dia, akan menjadikannya sebagai perhatian serius, sekaligus bahan evaluasi terhadap kinerja camat dalam menopang program pembinaan pemuda di Halmahera Selatan.
“Ke depan ini menjadi atensi dan bahan evaluasi juga terhadap kinerja camat dalam mendukung program optimalisasi kepemudaan di Halsel,” pungkasnya.
