KETIK, PALEMBANG – Kantor Samsat IV Palembang mulai menunjukkan tanggung jawab atas hilangnya sepeda motor milik Apriyanti (36) saat mengurus pembayaran pajak kendaraan.
Pihak UPTB memastikan komunikasi dengan korban terus berjalan dan solusi tengah diupayakan.
Kepala UPTB Kantor Samsat IV Palembang, Dimas F Wahyudi, mengatakan pihaknya telah kembali bertemu dengan korban pada Kamis 9 April 2026 pagi untuk membahas langkah lanjutan pascakejadian.
“Hari ini kami sudah bertemu lagi dengan korban, tadi pagi. Sekarang kami masih koordinasi dengan korban, Alhamdulillah terjalin sangatlah baik tidak ada kendala Insyaallah,” ujar Dimas saat ditemui.
Ia menegaskan, Samsat IV Palembang tidak tinggal diam atas musibah yang menimpa Apriyanti. Menurut dia, perhatian terhadap korban menjadi prioritas, termasuk kemungkinan bentuk tanggung jawab yang akan diberikan.
“Hal itu kita pasti peduli, beri perhatian. Pasti akan ada solusi setiap permasalahan,” katanya saat ditanya soal kemungkinan penggantian kendaraan.
Dari berita sebelumnya, Peristiwa kehilangan itu terjadi pada Senin 6 April 2026 lalu.
Kantor Samsat IV Palembang, Kamis 9 April 2026. (Foto: Yola/Ketik.com)
Saat itu, Apriyanti datang ke Samsat IV Palembang untuk membayar pajak kendaraan dan memarkirkan sepeda motornya di area parkir kantor. Namun, setelah urusannya selesai, motor miliknya sudah tidak berada di lokasi.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Samsat IV Palembang mengaku langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di lingkungan kantor.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menambah jumlah kamera pengawas atau CCTV, terutama di titik-titik yang selama ini belum terjangkau pantauan.
“Akan kita tambah CCTV. Penambahan CCTV karena, kami akui masih ada spot-spot yang tidak tercover. Segera kami laporkan ke pimpinan, termasuk regulasi dibahas dengan manajemen sekuriti tentang perbaikan SOP,” tutur Dimas.
Selain itu, pihak Samsat juga akan menutup salah satu celah di area portal belakang pos sekuriti yang selama ini dinilai rawan karena tidak terpantau kamera pengawas.
“Untuk portal yang di belakang pos sekuriti akan kami pasang besi, mempersempit celah agar kejadian yang sama tidak terulang,” tandasnya.(*)
