KETIK, SURABAYA – Badan Amil Zakat Nasional Jawa Timur (Baznas Jatim) menargetkan kantongi Rp52 miliar pada momentum Ramadan 2026 ini. Hingga pertengahan Februari, pihaknya telah mengumpulkan zakat sebanyak Rp47 miliar.
"Potensi kita Alhamdulillah Rp52 miliar. Sekarang posisinya Rp47 miliar. Ramadan biasanya banyak orang dermawan. Saya kira bisa terpenuhi," kata KH Ali Maschan Moesa Ketua Baznas Jatim pada Rabu 18 Februari 2026.
Peningkatan target perolehan zakat oleh Baznas Jatim pada 2026 ini, kata Ali realistis, jika dibandingkan perolehan 2025, yaitu sebesar Rp51 miliar.
"Tahun kemarin Rp51 miliar. Sekarang dipatok Rp52 miliar. Kami yakin bisa karena sekarang sudah Rp47 miliar," jelasnya.
Kemudian disinggung kendala, seperti kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang kemungkinan mengalami pemangkasan, Ali berharap tidak berdampak signifikan terhadap capaian zakat.
“Tahun ini belum tahu apakah ada Transfer ke Daerah yang sedikit atau dipangkas. Tapi mudah-mudahan Ramadan ini bisa mencapai. Saya optimis bisa tercapai,” ujarnya.
Optimisme itu di contohkan Ali dari penghimpunan zakat melalui sistem kupon. Tahun lalu, melalui sistem ini zakat dapat terkumpul sebesar Rp4 miliar dengan nominal Rp25 ribu per kupon.
Ia juga mengajak para pengusaha dan pejabat negara untuk menyalurkan zakat melalui Baznas. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, zakat melalui Baznas juga dapat menjadi pengurang kewajiban pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Mudah-mudahan pengusaha dan pejabat negara di Grahadi, siapa pun zakat ke Baznas bisa mengurangi pajak,” pungkasnya. (*)
