KETIK, MALANG – Peringatan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, tak hanya menjadi momentum ibadah bersama. Bagi sebagian jemaah, momen ini juga dimanfaatkan untuk melakukan wisata religi ke sejumlah destinasi spiritual di Malang Raya.
Salah satu yang melanjutkan acara Mujahadah Kubro dengan wisata religi adalah rombongan jemaah dari Kediri. Mereka telah menyiapkan agenda ziarah ke masjid-masjid ikonik di Kabupaten Malang.
Usai mengikuti puncak rangkaian Harlah NU, rombongan jamaah Kediri tersebut berencana melanjutkan perjalanan ke Masjid Tiban yang berada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Selain sebagai destinasi wisata religi, kunjungan tersebut juga menjadi alternatif untuk menunggu kepadatan arus lalu lintas pasca-acara.
“Nanti setelah acara selesai, kami rencananya langsung ke Masjid Tiban Turen. Selain beribadah, juga sambil menunggu kondisi lalu lintas lebih lengang,” kata Elvi, salah seorang jemaah dari Kediri.
Masjid Tiban dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata religi populer di Malang Raya. Masjid ini kerap dikaitkan dengan berbagai mitos dan cerita masyarakat, termasuk sebutan “Masjid Jin”, karena pembangunannya yang diyakini berlangsung secara tiba-tiba atau tiban.
Lebih lanjut, Elvi mengaku tiba di Malang sejak Sabtu, 7 Februari 2026 malam. Setelah beristirahat sebentar di tempat transit, mereka langsung mengikuti acara Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana.
"Kami rombongan jamaah dari Kediri tiba di Malang sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah itu langsung mengikuti acara dan istighotsah bersama. Total rombongan kami sekitar 40 orang," katanya.
Menurut Elvi, antusiasme masyarakat terhadap Harlah 1 Abad NU sangat tinggi. Hal ini tak lepas dari peran NU sebagai organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia, serta besarnya dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
“Alhamdulillah, kami sudah beberapa kali mengikuti acara seperti ini dan selalu terasa luar biasa. Apalagi dengan kehadiran Bapak Presiden, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” katanya.
Bagi para jamaah, perpaduan antara ibadah mujahadah dan wisata religi menjadi pengalaman spiritual yang berkesan. Elvi berharap, peringatan Harlah NU ke depan dapat terus menjadi ruang kebersamaan sekaligus penguat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Harlah 1 Abad NU ini benar-benar menarik simpati semua kalangan. Semoga ke depan bisa lebih meriah dan semakin bersemangat. Yang hadir di sini semuanya terlihat senang,” pungkasnya. (*)
