KETIK, PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro resmi melantik 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang beberapa hari lalu.
Salah satu pejabat yang dilantik adalah Era Srinaeni, yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Distanparik) Kabupaten Pemalang.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemkab Pemalang dalam melakukan penggabungan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) dengan Dinas Perikanan (Disperik).
Sebelumnya, Era Srinaeni menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pemalang dan dinilai mampu membawa kemajuan signifikan di sektor perikanan daerah.
Selama memimpin Dinas Perikanan, wanita kelahiran 1973 ini mengelola urusan pemerintahan di bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, hingga pengawasan sumber daya perikanan.
Sejumlah program strategis dijalankan dengan orientasi pada pemberdayaan masyarakat pesisir, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan sumber daya laut.
Pengembangan sektor perikanan dilakukan secara menyeluruh, baik di wilayah pesisir maupun daratan.
Era mendorong optimalisasi perikanan tangkap dan budidaya, sekaligus memperkuat pengolahan serta pemasaran hasil perikanan untuk menopang perekonomian lokal.
Dari sisi kelembagaan, pengelolaan organisasi diperkuat melalui tiga bidang utama dan dua Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang menangani pelelangan ikan dan budidaya air tawar, sehingga layanan kepada masyarakat menjadi lebih dekat dan efektif.
Hasilnya, produktivitas budidaya perikanan di Kabupaten Pemalang mengalami peningkatan. Luas lahan budidaya mencapai ribuan hektare dengan total produksi sekitar 19 ribu ton per tahun.
Komoditas unggulan yang dikembangkan antara lain udang vaname, bandeng, lele, dan gurame, yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.
Selain peningkatan produksi, Era Srinaeni juga mendorong pemberdayaan nelayan melalui penguatan sarana dan prasarana perikanan.
Di antaranya penyerahan bantuan jaring ramah lingkungan kepada ratusan nelayan di kawasan Tanjungsari, serta penyaluran 111 unit mesin kapal laut kepada nelayan pesisir Ulujami guna meningkatkan hasil tangkapan dan efisiensi kerja.
Dalam aspek konservasi, Era menginisiasi program penguatan sumber daya perikanan melalui kegiatan restocking.
Salah satunya dengan menebar bibit kepiting bakau atau kroyo di kawasan pesisir bersama masyarakat sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi nelayan.
Tak hanya berfokus pada produksi, Era Srinaeni juga mendukung pengembangan komunitas perikanan, termasuk ikan hias.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Guppy Contest Nasional di Pemalang, yang bertujuan meningkatkan minat masyarakat terhadap perikanan hias serta membuka peluang ekonomi kreatif di sektor perikanan.
Dengan rekam jejak tersebut, Era Srinaeni optimistis mampu mengintegrasikan program pertanian, pangan, dan perikanan secara lebih efektif pasca penggabungan dinas.
“Dengan penggabungan ini, kami akan mensosialisasikan program-program yang ada di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Pemalang secara lebih maksimal kepada masyarakat,” ujar Era Srinaeni saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 5 Januari 2026.
Penggabungan dinas ini diharapkan dapat menciptakan sinergi lintas sektor, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Pemalang.(*)
