KETIK, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menggelar pertemuan besar Board of Peace (BOP/ Dewan Perdamaian) di Washington, Kamis (12/2/2026). Ia mengumpulkan perwakilan negara-negara di Institut Perdamaian AS untuk mengumumkan strategi dan pendanaan guna rekonstruksi Gaza, Palestina.
Sebenarnya, sejumlah sekutu Barat justru berhati-hati dan menjaga jarak dengan dewan tersebut. Namun, beberapa negara Timur Tengah dan Muslim justru bergabung dalam pertemuan pertama ini.
"Dewan Perdamaian akan terbukti menjadi Badan Internasional paling berpengaruh dalam Sejarah," ujar Trump memuji BOP seraya mengatakan "potensi tak terbatas" dewan tersebut, dalam unggahan di platform Truth Social miliknya.
Lalu negara mana yang ikut dan tidak ikut?
Keberadaan BOP membuat pembagian besar negara-negara. Ada yang menerima undangan dan ikut, ada pula yang menerima undangan dan menyatakan tak ikut.
Lalu ada pula yang membatalkan keanggotaan. Di sisi lain, ada juga yang secara resmi menolak undangan. Siapa saja?
1.Negara yang Ikut
- Amerika Serikat
- Arab Saudi
- Argentina
- Armenia
- Azerbaijan
- Bahrain
- Bulgaria
- El Salvador
- Hungaria
- Indonesia
- Israel
- Kazakstan
- Kosovo
- Mongolia
- Maroko
- Pakistan
- Paraguai
- Qatar
- Turki
- Uni Emirat Arab (UEA)
- Uzbekistan
- Yordania
2.Negara Menerima Undangan tapi Tak Ikut
- Albania
- Australia
- Austria
- Belanda
- Belarusia
- Brazil
- Ceko
- China
- Cyprus
- Finlandia
- Filipina
- India
- Jepang
- Kamboja
- Korea Selatan
- Kuwait
- Meksiko
- Mesir
- Oman
- Portugal
- Rumania
- Rusia
- Singapura
- Swiss
- Thailand
- Ukraina
- Vatikan
- Vietnam
3.Negara Batal Ikut
- Kanada
4.Negara Menolak Undangan
- Prancis
- Inggris
- Italia
- Irlandia
- Jerman
- Kroasia
- Norwegia
- Polandia
- Selandia Baru
- Slovakia
- Slovenia
- Spanyol
- Swedia
- Yunani. (*)
