Bayar Iuran Rp16 Ribu, Ojol Ini Terhindar Biaya Operasi Rp70 Juta Berkat BPJS Ketenagakerjaan

30 November 2025 09:37 30 Nov 2025 09:37

Thumbnail Bayar Iuran Rp16 Ribu, Ojol Ini Terhindar Biaya Operasi Rp70 Juta Berkat BPJS Ketenagakerjaan
Ridwan dan Gusti, driver ojol di Tanah Abang, Jakarta saat ditemui Jumat 28 /11/2025 ( Foto : Niesky / Ketik )

KETIK, JAKARTA – Gusti (41) masih jelas mengingat peristiwa 25 Agustus 2024. Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-40, pengemudi ojek online (ojol) ini mendapatkan “kado spesial” yang tak terduga.

Bukan bunga atau kue tart manis, melainkan musibah kecelakaan serius yang mengubah hidupnya.

“Hadiah saya ulang tahun saat itu jatuh di turunan Bunderan Slipi,” ucap Gusti seraya membuka kausnya sambil menunjukan bekas jatuhnya, Jumat, 28 November 2025 saat ditemui di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta.

Akibat kecelakaan tunggal itu, tulang bahu bagian atas Gusti mengalami pergeseran. Hingga kini, nyeri ringan masih terasa di pundak sebelah kiri saat ia beraktivitas.

Gusti sempat cemas karena tidak memiliki biaya sama sekali. Meski terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, rasa takut akan biaya pengobatan yang mahal tetap menghantuinya, apalagi kecelakaan itu memerlukan operasi.

Tanpa menunda, Gusti langsung menuju rumah sakit dekat rumahnya di Slipi. Ia pun lega setelah pihak rumah sakit menjelaskan bahwa seluruh biaya operasi dan rawat inap ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Manfaat BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu kami yang dikategorikan pekerja Bukan Penerima Upah,” ujarnya.

Sebelum merasakan manfaatnya, Gusti yang baru delapan bulan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sempat sering mengeluh. Setiap bulan ia membayar iuran sebesar Rp16.800, namun merasa belum pernah merasakan manfaatnya.

Namun, setelah kecelakaan itu, Gusti baru menyadari pentingnya BPJS Ketenagakerjaan, tidak hanya baginya, tetapi juga bagi jutaan pengemudi ojek online di Indonesia yang setiap hari bekerja di jalan dengan risiko tinggi.

Jika dihitung, biaya operasi, rawat inap, dan perawatan jalan Gusti mencapai puluhan juta rupiah. Ia pun benar-benar merasa terbantu oleh perlindungan ini.

“Dari rincian biaya di rumah sakit saat itu hampir Rp70 juta,”ucapnya.

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan juga dirasakan Ridwan Mul Fauzi (25). Awal September 2025 lalu, dalam satu hari ia mengalami dua kali kecelakaan.

Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Abdul Muis, Jakarta, saat Ridwan hendak menjemput penumpang. Pada insiden ini, ia hanya mengalami luka ringan di tangan.

Meski begitu, Ridwan melanjutkan bekerja. Beberapa jam kemudian, pria yang sejak 2019 lalu merantau ke Jakarta ini kembali mengalami kecelakaan di daerah Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Kali ini, tabrakan motor menyebabkan tulang bahu atas dekat lehernya patah.

“Bahu kiri saya dioperasi dan dipasang pen,” ucapnya sambil memperlihatkan bekas operasinya.

Setelah kecelakaan, Ridwan diantar temannya menuju sebuah rumah sakit di Jakarta Barat. Ridwan, yang baru menjadi peserta BPJSTK pada Juni 2025, awalnya masih ragu apakah semua perawatannya akan ditanggung.

Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit, Ridwan bisa tersenyum lega karena biaya operasi semuanya ditanggung oleh BPJSTK.

“Biaya operasi, rawat inap dan rawat jalan sampai nanti pengambilan pen, semua ditanggung BPJS Ketenagakerjaan,”katanya.

Sebelum mendapat kabar dari rumah sakit, orang tua Ridwan di kampung sempat kebingungan mencari biaya untuk perawatan. Maklum, mereka hanya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan pas-pasan.

Mudahnya daftar BPJS Ketenagakerjaan

Bagi Gusti dan Ridwan, kecelakaan yang mereka alami menjadi pelajaran berharga. Mereka pun membagikan pengalaman itu kepada sesama pengemudi ojol, agar lebih sadar akan manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya sering mengingatkan kepada pengemudi ojol di komunitas-komunitas agar mendaftar BPJS Ketenagakerjaan,”  kata Gusti.

Gusti menjelaskan bahwa mendaftar BPJS Ketenagakerjaan sangat mudah. Cukup menggunakan email, nomor telepon, dan KTP, tanpa perlu datang ke kantor BPJSTK.

“Mendaftar BPJSTK bisa juga di aplikasi pengemudi ojol ,”katanya.

Kemudahan lain juga didapat saat di rumah sakit. Untuk memastikan semua ditanggung pemerintah tidak butuh waktu lama. “Walapun pengemudi ojol tetapi tetap dilayani dengan baik dan prosesnya cepat,”ucap Gusti.

Gusti yang juga tergabung di komunitas ojol Solidaritas Tanpa Batas ini mengatakan, bahwa setiap pekan ada saja rekannya sesama pengemudi yang mengalami kecelakaan. 

“Saya sering membantu mengantar driver ojol yang kecelakaan ke rumah sakit dan itu pakai BPJS Ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Dengan begitu, keikutsertaan pengemudi ojol di BPJS Ketenagakerjaan bisa sangat membantu, terutama dalam menghadapi masalah keuangan, termasuk meringankan biaya rumah sakit dibanding mereka yang belum terdaftar.

Ridwan pun mengakui hal ini. Dengan iuran bulanan sebesar Rp 16.800, ia kini tidak lagi cemas atau was-was jika terjadi kecelakaan.

“Iurannya BPJSTK murah, masih lebih mahal ngopi dan rokok saya setiap hari, tapi manfaatnya lebih banyak,“ ucapnya sambil tersenyum.

Selain itu, pemerintah juga mempermudah pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan bantuan iuran berupa diskon bagi pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online.

“Pemerintah akan memberikan diskon 50 persen untuk iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) bagi pengemudi ojek online,” kata Airlangga seperti dikutip dari saluran Youtube Sekretariat Presiden, yang disiarkan 15 September 2025 lalu.

Bukan hanya tahun ini, kebijakan potongan iuran ini akan diperpanjang hingga tahun 2026.

Penerimanya juga akan ditambah ke segmen pekerja BPU lain, seperti nelayan, pedagang, petani, pekerja rumah tangga, dan buruh bangunan. Targetnya 9,9 juta pekerja BPU dan anggaran biaya yang disiapkan sebesar Rp753 Milyar.

Melalui program ini, peserta mendapat perlindungan maksimal berupa santunan kematian hingga 48 kali upah, santunan cacat 56 kali upah, beasiswa pendidikan bagi dua anak sebesar Rp174 juta, serta manfaat JKM sebesar Rp42 juta.  (*)

Tombol Google News

Tags:

BPJS Ketenagakerjaan driver ojek online pengemudi ojol