KETIK, JAKARTA – Para petani di tanah air kerap merugi, khususnya petani cabai dan tomat. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan, untuk mengatasi situasi tersebut pemerintah akan segera menyusun regulasi.
“Kita akan mengatur regulasinya sehingga petani cabai jangan merugi, tapi sekali kali untung jadi fluktuasinya nanti akan tinggi. Kita akan atur ke depan,” kata Amran ditemui usai rapat koordinasi soal sosialiasi Perpres No 4 / 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa Sore 10 Februari 2026.
Amran memberikan contoh yang terjadi baru baru ini, saat harga cabai secara rata-rata nasional melonjak.
Padahal,ce sambung Amran, saat dirinya kemarin meninjau ke Nusa Tenggara Barat harga cabai dan tomat di sana tidak tinggi. “Saya kemarin baru pulang dari NTB, tau tidak harganya berapa ? cabai, tomat hanya Rp 3.000 sampai Rp 5.000,”ucap Amran.
Sebagai informasi, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata nasional harga cabai rawit mencapai Rp 71.200 per kilogram.
Selain itu, Amran juga menceritakan, saat ini petani di Indonesia telah merasakan keringanan dari berbagai hal. Salah satu contohnya adalah masalah pupuk yang harganya terjangkau untuk petani.
“Saat ini pupuk mudah, turun 20 persen,gabah juga menjadi Rp 6500, petani kita bahagia sekarang,”pungkasnya. (*)
