KETIK, SERANG – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menyebut bahwa pers memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menangkal penyebaran informasi bohong dan fitnah di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Bassam saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-78 yang digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin 9 Februari 2026.
Bassam menyoroti maraknya arus informasi di media sosial yang kerap tidak terkontrol dan tidak bertanggung jawab. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu konflik sosial jika tidak diimbangi dengan peran pers yang profesional dan berintegritas.
“Berbeda dengan media sosial yang kadang ekspresinya tidak bertanggung jawab, banyak informasi bohong dan fitnah yang justru memicu konflik di masyarakat. Di sinilah peran wartawan menjadi sangat penting,” ujar Bassam.
Ia menegaskan, wartawan bukan hanya penyampai berita, tetapi juga menjadi suara rakyat sekaligus jembatan komunikasi antara masyarakat dengan Pemerintah, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
“Wartawan adalah suara rakyat. Bahkan menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah. Aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan baik melalui media,” katanya.
Bassam mencontohkan, berbagai persoalan di daerah sering kali cepat mendapat perhatian Pemerintah berkat pemberitaan media. Mulai dari infrastruktur rusak, rumah warga yang tidak layak huni, hingga persoalan sosial lainnya.
“Kalau ada jalan rusak, rumah warga tidak layak huni, atau persoalan lain, media cepat memberitakan. Dari situ Pemerintah bisa langsung mengambil langkah,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa dalam situasi konflik sekalipun, pers tetap berada di garis depan untuk menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.
“Dalam situasi konflik pun, pers selalu berada di depan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Ini bukti bahwa pers memegang peran penting dalam menjaga stabilitas,” tegas Bassam.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Halmahera Selatan turut didampingi Ketua PWI Provinsi Maluku Utara Asri Fabanyo, Sekretaris PWI Provinsi Samsir Hamajen, Ketua PWI Halmahera Selatan Samsudin Chalil, Sekretaris PWI Halmahera Selatan Susadam Hi. Din, serta sejumlah pengurus PWI Halmahera Selatan.
Bassam mengapresiasi dedikasi para insan pers yang terus bekerja di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk derasnya arus informasi digital. Menurutnya, profesionalisme wartawan harus terus dijaga agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, mendidik, dan mencerdaskan.
“Pers harus tetap menjadi rujukan utama masyarakat dalam mencari kebenaran. Profesionalisme, etika, dan integritas harus terus dijaga,” katanya.
Selain itu Bassam mengaitkan peran pers dengan tema Hari Pers Nasional 2026, yakni Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.
Ia menilai, pers yang sehat akan melahirkan masyarakat yang cerdas, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat persatuan bangsa.
“Kalau persnya sehat, informasinya berkualitas. Itu akan memperkuat ekonomi, menjaga kedaulatan, dan membangun bangsa yang kuat. Tema HPN tahun ini sangat relevan dengan kondisi kita saat ini,” pungkas Bassam.
