Korban Pemukulan Oknum ASN Kecamatan Parengan Jalani Observasi Patah Hidung

9 Februari 2026 17:38 9 Feb 2026 17:38

Thumbnail Korban Pemukulan Oknum ASN Kecamatan Parengan Jalani Observasi Patah Hidung

Karyawan SPBU Parengan, Prasojo saat mendapatkan cekikan dan pemukulan oleh oknum ASN Pegawai Kecamatan Parengan, Senin 9 Februari 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Insiden pemukulan oleh oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kantor Kecamatan Parengan terhadap 4 karyawan SPBU di Tuban mengakibatkan salah satu korban Prasojo (48), mengalami luka serius yakni patah tulang hidung.

Prasojo harus menjalani tindakan medis atau operasi akibat pemukulan serta injakan kaki oleh pelaku berinisial J yang merupakan staff Kasi PMD sekaligus sopir pribadi Camat Parengan.

"Hari ini Pak Prasojo di rujuk ke Rumah Sakit Umum Tuban, untuk observasi menjalani operasi hidung," terang Mandor SPBU Parengan, Agus, Selasa 9 Februari 2026.

Menurutnya, pihak keluarga tidak terima atas pemukulan kepada Prasojo. "Anaknya yang tugas sebagai aparat di ibu kota baru IKN meminta manejemen SPBU Parengan agar kasus ini diproses hukum," imbuhnya

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi brutal pelaku J dipicu dugaan tidak mau mengantre BBM. Dari video rekaman CCTV yang beredar luas tampak pelaku dengan mengendarai mobil berwarna hitam.

Saat masuk di lingkungan SPBU, pelaku memarkir kendaraannya di pintu pulau terminal BBM jenis Pertamax, dengan posisi menghalangi.

"Tidak ada antrian cuma ada motor roda dua matic yang hendak mengisi BBM. Posisi mobil pelaku di belakang motor," kata Ferdi 

Ferdi menerangkan bahwa, setelah meminta waktu kepada konsumen untuk cek stok BBM melalui deepstick manual, ia melayani pelanggan motor roda dua tersebut. Namun, tiba - tiba pelaku J turun dari mobil menghampirinya dan kemudian menjambaknya.

"Saya tidak tahu tiba-tiba pelaku turun mobil terus marah-marah menjambak- jambak," sambungnya 

Melihat kejadian atau perlakukan kasar seperti itu,mandor SPBU Parengan, Nasroh menghampiri pelaku untuk menenangkan pelaku J. Tetapi bukan pelaku ini sadar diri. Justru, Nasroh mendapatkan pukulan ke arah perut dan pukulan kedua ke arah wajah. 

"Tadinya kami sudah berusaha menenangkan pelaku. Ujung-ujungnya langsung pukul perut," timpal Nasroh menerangkan kejadian tersebut.

Kemudian, pelaku berjalan ke arah lain menghampiri karyawan atau operator lain, termasuk Prasojo yang dicekik pelaku dan memukul muka korban hingga terjatuh dalam keadaan hidung berdarah.

Tak hanya memukul, melihat Prasojo terjatuh justru pelaku J menginjak kaki korban. Dalam waktu bersamaan 2 karyawan yang baru datang menggunakan motor, tak luput dari bentakan pelaku J dengan suara keras.

"Kamu anak kecil tidak usah ikut- ikutan," kata J.

Dari arah barat datang tukang kebun SPBU Parengan, Riswadi yang berniat melerai serta mengkondisikan situasi. Namun, justru langsung terkena bogem mentah dari pelaku J yang membuat pipi korban bengkak dan benjol.

Para korban telah melaporkan perbuatan pelaku J kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum. Selain itu, kasus ini menjadi sorotan warga Kecamatan Parengan, khususnya di Desa Parangbatu.

"Infonya pelaku memang dikenal aragon dan tempramen. Kami tetap akan melanjutkan kasus ini ke proses hukum," tutur ibu operator Ferdi, Vivin Marita yang juga kepala Dusun Dolok, Parangbatu, Parengan.

Di sisi lain, pihak kepolisian Polsek Parengan telah melakukan pemanggilan terhadap 3 pelapor pada Minggu 8 Februari 2026 pukul 11.00 WIB sampai selesai guna diminta keterangan.

Sedangkan, 1 korban Prasojo belum dapat dimintai keterangan oleh Polsek Parengan, karena korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.(*)

Tombol Google News

Tags:

Aroganasntuban Pemkabtuban bksdmtuban SPBU Parengan pegawaikecamatan Hukum&kriminal