KETIK, PEMALANG – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) menggelar kegiatan bakti sosial berupa buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Pendopo Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Ketua Aliansi Wartawan Pantura Bersatu, Alwi Assagaf, mengatakan kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini merupakan bentuk kepedulian sosial serta tanggung jawab bersama terhadap sesama.
“Kegiatan ini selain dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2026, juga sebagai wujud kepedulian kami kepada adik-adik yatim agar bisa merasakan kebahagiaan di bulan Ramadan,” ujarnya.
Alwi juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Dandim Pemalang, Kapolres Pemalang, Ketua Dewan Penasehat, Forkopimcam Pemalang, panitia, Ketua Dewan Kesenian, ustaz yang telah memberikan ceramah, rekan-rekan pers, serta semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini," lanjutnya.
"Kami semua yang hadir mendoakan adik-adik kita kelak menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berguna bagi sesama,” pungkas Alwi.
Semangat dan sinergitas AWPB bersama Forkopimcam Pemalang (Foto:Slamet/Ketik.com)
Ketua Dewan Penasehat AWPB sekaligus praktisi hukum, Imam Subiyanto, mengapresiasi inisiatif AWPB yang dinilainya mampu menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan menunjukkan bahwa jurnalis tidak hanya hadir melalui karya jurnalistik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Ini patut diapresiasi. Kepedulian sosial seperti ini menunjukkan wujud nyata solidaritas yang tumbuh dari kebersamaan,” ujar Imam kepada awak media usai acara.
Ia juga mengingatkan para insan pers untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Imam menegaskan bahwa Kode Etik Jurnalistik (KEJ) harus selalu menjadi pedoman utama dalam kegiatan pemberitaan.
“Pers adalah pilar keempat demokrasi yang diamanatkan undang-undang. Jadikan kode etik sebagai kompas utama. Selama jurnalis bekerja sesuai koridor etika, tidak ada alasan untuk merasa takut dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap peran pers di daerah dapat terus dioptimalkan dalam menjaga keterbukaan informasi publik serta membangun hubungan yang sehat antara media dan pemerintah.
“Hubungan antara pemerintah dan media juga perlu dijaga secara sehat dan saling menghormati,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Pemalang, Prasetyo Widiyatmoko, turut memberikan apresiasi atas kegiatan sosial yang digagas AWPB. Menurutnya, kegiatan santunan anak yatim yang dirangkai dengan buka puasa bersama menjadi contoh kepedulian sosial yang patut didukung.
“Kegiatan AWPB sangat positif karena dapat mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat, khususnya anak yatim dan piatu,” kata Prasetyo.
Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Rangkaian acara diwarnai pembacaan puisi oleh Ketua Dewan Kesenian Pemalang, Andi Rustono dan Tausiyah oleh Ustadz Muhammad Irzak.(*)
