Antisipasi Kemacetan Ngabuburit, Dishub Kota Malang Perketat Pengawasan Parkir di Kayutangan Heritage

18 Februari 2026 18:00 18 Feb 2026 18:00

Thumbnail Antisipasi Kemacetan Ngabuburit, Dishub Kota Malang Perketat Pengawasan Parkir di Kayutangan Heritage

Suasana kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang pada Rabu, 18 Februari 2026. (Foto : Kukuh / Ketik.com).

KETIK, MALANG – Kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat diprediksi akan menjadi titik favorit masyarakat untuk ngabuburit selama Ramadan 2026. Guna menjamin kelancaran arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersiap memperketat pengawasan parkir di sepanjang koridor tersebut.

Langkah ini diambil untuk menekan praktik parkir liar dan mencegah pengendara motor memarkirkan kendaraannya sembarangan di bahu jalan.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa pihaknya akan menerjunkan personel khusus untuk memantau kawasan ikonik tersebut.

"Kami akan melakukan pengawasan, agar tetap tertib berlalu lintas dan tidak terjadi kepadatan. Tentunya, kami akan bersinergi dengan perangkat daerah terkait seperti kepolisian maupun Satpol PP," jelasnya, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia mengimbau kepada masyarakat khususnya yang akan ngabuburit di Kayutangan Heritage, agar memarkirkan kendaraan di Gedung Parkir Kayutangan. Sebab sepeda motor sudah dilarang parkir di tepi jalan. Aturan tersebut sudah berlaku sejak 7 Januari 2026.

"Mari ikut menjaga ketertiban, dengan tidak memarkir sepeda motor di sembarang tempat utamanya di pinggir jalan. Kami sudah menyediakan fasilitas Gedung Parkir Kayutangan, silahkan masyarakat bisa memanfaatkan," bebernya. 

Meski aturan sudah jelas, pelanggaran di lapangan masih kerap ditemukan. Dalam operasi penindakan pada Minggu, 15 Februari 2026 malam, hasilnya petugas menemukan 50 sepeda motor terparkir di bahu jalan Kayutangan Heritage. 

Sebagai bentuk efek jera, petugas mengambil langkah tegas dengan mengangkut 10 unit sepeda motor, sementara sisanya diberikan sanksi penggembosan ban.

"Mereka memang melanggar aturan, sehingga kami tindak sebagai bahan edukasi kepada masyarakat luas," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Widjaja juga menyampaikan kawasan Kayutangan Heritage telah menjadi tempat wisata ikonik di Kota Malang yang banyak dikunjungi masyarakat. Sehingga, kemacetan menjadi konsekuensi yang tidak bisa dihindarkan. 

"Oleh karenanya, kami akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Untuk ikut menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas di kawasan Kayutangan," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

ngabuburit Dishub Kota Malang Kayutangan Heritage Kota Malang Widjaja Saleh Putra kayutangan heritage malang kayutangan malang Ramadan