KETIK, MALANG – Tradisi berziarah dan mengirim doa ke makam keluarga menjadi pemandangan rutin menjelang bulan suci Ramadan di berbagai wilayah, termasuk Kota Malang.
Momentum ini pun membawa berkah tersendiri bagi para penjual bunga tabur yang menjamur di sekitar area pemakaman.
Pantauan di lapangan, deretan pedagang bunga tampak berjajar rapi di sepanjang Jalan Sendang Biru, tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Mereka sigap melayani kebutuhan para peziarah yang silih berganti datang.
Salah satu pedagang rutin di TPU Samaan, Siti Ngaisah (70), mengaku masa jelang Ramadan adalah waktu "panen" baginya. Meski demikian, ia menyebut puncak keramaian terjadi beberapa hari sebelum hari pertama puasa.
"Mulai Jumat tanggal 13 Februari hingga Selasa, 17 Februari itu ramai-ramainya. Kalau saat ini, agak sepi penjualannya karena orang ziarah sudah jauh-jauh hari dan besok sudah puasa," ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menjual bunga tabur dengan harga Rp 5.000 per bungkus. Dan di saat momen ramai tersebut, ratusan bungkus ludes terjual tiap harinya.
"Saat momen ramai itu, rata-rata per hari 100 bungkus bunga tabur laku terjual. Kalau hari-hari biasa tidak menentu, paling banyak hanya 15 bungkus," ungkapnya.
Perempuan yang telah berusia 70 tahun ini mengaku, isian bunga tabur terdiri dari berbagai macam. Antara lain mawar, kenanga, pacar air dan sedap malam.
"Bunga-bunga ini berasal dari wilayah Kota Batu maupun Pasuruan. Saya beli dari supplier dan diantar langsung kesini," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Juru Kunci TPU Samaan, Hary Sanjaya mengaku, peningkatan jumlah peziarah mulai terlihat sejak seminggu terakhir.
"Sudah seminggu ini, mulai Kamis tanggal 12 Februari sampai sekarang banyak warga yang datang. Kalau dari perhitungan kami, rata-rata per harinya ada sebanyak 700 hingga 800 orang datang ke TPU Samaan untuk berziarah," terangnya.
Ia mengaku, ziarah jelang Ramadan menjadi tradisi penting bagi masyarakat. Dan para peziarah yang datang ke TPU Samaan tidak hanya warga Kota Malang saja, melainkan juga dari luar kota seperti Surabaya bahkan Jakarta.
"Ziarah ini menjadi hal yang perlu dilakukan jelang memasuki Ramadan, untuk mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal," tandasnya. (*)
