KETIK, MALANG – Memiliki predikat sebagai kota pendidikan, Kota Malang memiliki kebutuhan tinggi terhadap akses literasi yang terjangkau bagi pelajar dan masyarakat. Untuk itulah, Pasar Buku Velodrome hadir sebagai ruang alternatif mendapatkan bahan bacaan murah sekaligus menjaga budaya literasi tetap hidup di tengah masyarakat.
Sampai awal 2000-an dulu, ada dua lokasi pasar buku murah di Kota Malang. Pertama di sepanjang Jalan Majapahit. Yang kedua ada di kawasan Jalan Sriwijaya, kawasan Stasiun Malang Kota Baru.
Saat ini, kedua pasar buku tersebut telah direlokasi. Pedagang buku di Jalan Majapahit direlokasi ke Pasar Buku Wilis. Sementara, pedagang buku Jalan Sriwijaya dipindah ke Velodrome.
Relokasi pedagang Pasar Buku Sriwijaya ke Velodrome terjadi pada tahun 2009, pada masa pemerintahan Peni Suparto.
Relokasi dilakukan sebagai upaya penataan kawasan agar lebih tertib serta mengurangi kemacetan di sekitar area stasiun. Saat itu, pedagang diberikan pilihan lokasi baru, yakni di kawasan Velodrome Malang atau Comboran.
Proses pemindahan sempat menuai penolakan dari para pedagang. Mereka menilai lokasi baru belum mampu menggantikan keramaian kawasan sebelumnya yang rutin menggelar kegiatan budaya, termasuk kehadiran penulis dan penyair setiap tanggal 28. Meski demikian, relokasi tetap dilakukan dan aktivitas pasar berpindah ke Velodrome.
Setelah kepindahan, tingkat kunjungan sempat menurun. Kondisi tersebut mendorong Dinas Pariwisata Kota Malang untuk menginisiasi kegiatan pasar pagi setiap hari Minggu guna meningkatkan jumlah pengunjung.
Pasar Buku Velodrome menawarkan beragam koleksi, mulai dari buku bekas, buku langka, majalah lawas tahun 1990-an, hingga barang antik dan kerajinan tangan. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar dari Rp5.000 hingga ratusan ribu rupiah, bergantung pada jenis dan kondisi barang.
"Pembelinya kebanyakan pelajar dan mahasiswa," ujar Munif, salah seorang pedagang di Pasar Buku Velodrome.
"Di sini juga banyak kolektor yang mencari buku-buku klasik. Bahkan, ada juga yang sampai memesan khusus," sambungnya.
Dengan lokasi yang strategis dan kios yang tersusun berderet, pasar ini masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bacaan berkualitas dengan harga ekonomis sekaligus menikmati suasana berburu buku klasik di Kota Malang.
"Bagi para pencinta buku Kota Malang, silakan datang ke mari dan berburu koleksi bacaan di sini," tandas Munif. (*)
