Anggota DPRD Sidoarjo Ingatkan soal Nikah Dini: Mau Bangun Rumah Tangga atau Rumah Duka?

7 Februari 2026 06:37 7 Feb 2026 06:37

Thumbnail Anggota DPRD Sidoarjo Ingatkan soal Nikah Dini: Mau Bangun Rumah Tangga atau Rumah Duka?

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menyampaikan materi sosialisasi dampak pernikahan dini remaja di Hotel Luminor Sidoarjo pada Kamis (5 Februari 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – ”Mau membangun rumah tangga atau rumah duka?” Pernikahan dini bukanlah pilihan terbaik. Menikahkan anak di bawah umur mungkin memuaskan ego orang tua, tetapi membuat hati anak terluka. Pernyataan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori itu memaksa para orang tua merenung.

Selama tiga hari dia berinterakksi dengan peserta Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi di Hotel Luminor Sidoarjo. Ada anak-anak remaja. Mereka berasal dari perwakilan berbagai organisasi. Banyak pula orang tua yang datang dari berbagai desa dan kecamatan, organisasi masyarakat, serta profesi.

Dhamroni Chudlori mengingatkan pentingnya kehadiran orang tua bagi anak. Terutama di era digital yang tanpa batas (borderless). Anggota DPRD Sidoarjo dari PKB itu mengingtkan orang tua. Hati-hati bila anak-anak memiliki banyak uang. Tanpa pekerjaan yang jelas.

”Kalau bapak bekerja sebagai tukang rumput dan ibunya pembantu rumah tangga, kita perlu bertanya. Dari mana uang yang dimiliki anak-anak itu?” ungkap Dhamroni Chudlori.

Yang dikhawatirkan, anak-anak itu menjadi korban lelaki hidung belang yang dikenal lewat media sosial. Banyak kasus anak terjerat tindakan asusila karena iming-iming fasilitas. Misalnya,  dibelikan handphone mahal, pakaian bagus, dan iming-iming lain. Asal, mau merelakan tubuhnya.

”Butuh uang untuk gaya hidup sampai menjadi korban buaya darat,” ujar Dhamroni Chudlori yang juga ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo tersebut.

Dia menyatakan sangat menolak wacana memberikan kondom untuk pelajar yang pernah muncul beberapa waktu lalu di Indonesia. Ada pembatasan saja masih banyak remaja jadi korban. Apalagi, bila dibiarkan secara terbuka dengan memberikan alat kontrasepsi seperti itu.

Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi mampu membekali para orang tua dan remaja untuk bisa saling menjaga dalam keluarga. Anak-anak remaja selamat dari paksaan orang tua untuk menikah dini.

Foto Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menemani dan berbincang dengan peserta sosialisasi.  (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menemani dan berbincang dengan peserta sosialisasi. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Mereka akan terhindar dari berbagai risiko pernikahan dini. Di antaranya, kematian ibu dan bayi. Juga ancaman penyakit menular seksual dan stres pada ibu-ibu hamil (baby blues). Remaja yang baru melahirkan mengalami sedih, cemas, mudah marah, dan kewalahan.

Pernikahan dini juga menimbulkan masalah sosial dan kependudukan. Anak-anak yang belum siap untuk berumah tangga masih labil. Sedikit masalah bisa berujung perceraian. Cerai karena usia dini banyak terjadi di Pengadilan Agama.

Orang tua pun terhindar dari risiko akibat menikahkan dini anak-anak mereka. Sebab, jika memaksa anak menikah meski masih dibawa umur, orang tua juga bakal terbebani. Anak-anak yang belum mampu mandiri akan selalu merepotkan orang tua. Baik secara ekonomi maupun pengasuhan balita.

Apalagi bila para remaja belum punya tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. Masih suka keluyuran dan jalan-jalan. Suka belanja-belanja barang secara online. Tanpa memperhitungkan tingkat keperluannya.

”Hobinya mengaji surat Al Lazada. Nanti istrinya tambah glowing, tetapi suaminya gulung kuming,” tutur Dhamroni Chudlori yang disambut tawa ngakak peserta sosialisasi.

Anggota DPRD Sidoarjo dari Tulangan tersebut memang mampu menyampaikan hal-hal penting lewat humor. Perumpamaan lucu-lucu yang memudahkan audiens memahami materi sosialisasi. Mampu cepat dekat dengan masyarakat.

Dhamroni punya gaya komunikasi yang gampang sambung dengan konstituen. Gaul. Baik dalam acara resmi maupun saat menyambangi warga di Tulangan, Krembung, Prambon, dan Wonoayu, serta desa maupun kecamatan lain.

”Kalau ada masalah di lapangan, tolong beri tahu saya nggih,” kata Dhamroni Chudlori saat menemani makan peserta Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi di Hotel Luminor Sidoarjo pada Kamis (5 Februari 2026). (*)

 

Tombol Google News

Tags:

DPRD Sidoarjo Pernikahan Dini Sidoarjo Dhamroni Chudlori Hotel Luminor