Cegah Pernikahan Dini, Ingat ”I Love U Babe” Tidak Cukup

4 Februari 2026 06:30 4 Feb 2026 06:30

Thumbnail Cegah Pernikahan Dini, Ingat ”I Love U Babe” Tidak Cukup

Praktisi ilmu komunikasi dan presenter TV Steffani Imelda berpendapat bahwa kompetensi komunikasi merupakan salah satu kunci keharmonisan keluarga. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Anak-anak muda memerlukan bekal sebelum membina rumah tangga. Agar benar-benar siap, mereka diberi pengetahuan tentang pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Dinas P3AKB Sidoarjo dan legislator DPRD Sidoarjo M. Dhamroni Chudlori mengundang mereka untuk bersama-sama mengikuti sosialisasi.

Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi itu diadakan pada Selasa (3 Februari 2026) di Hotel Luminor Sidoarjo. Ratusan peserta hadir.  Di antaranya, perwakilan organisasi IPNU dan IPPNU serta relawan PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) se-Kecamatan Tulangan.

Tiga narasumber berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Masing-masing Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB Heni Kristiani, legislator DPRD Dhamroni Chudlori, serta praktisi ilmu komunikasi Steffani Imelda.

Heni Kristiani mempresentasikan data maupun pengetahuan tentang pentingnya menghindari perkawinan anak. Disebutkan bahwa jumlah permohonan dispensasi kawin anak (diska) terus turun dalam 4 tahun terakhir. Pada 2022, jumlah diska mencapai 246, pada 2023  (206), 2024 (171), dan 2025 (102).

”Kalau ingin bahagia, hindari perkawinan anak,” katanya.

 

Foto Legislator DPRD Sidoarjo dari PKB Dhamroni Chudlori menyampaikan presentasi tentang pentingnya peran remaja, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah pernikahan dini. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Legislator DPRD Sidoarjo dari PKB Dhamroni Chudlori menyampaikan presentasi tentang pentingnya peran remaja, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah pernikahan dini. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Para remaja, lanjut Dhamroni, perlu memahami tubuh kesehatan reproduksi. Mereka berani mengatakan tidak pada tekanan untuk menikah dini. Para remaja harus fokus pada pendidikan pengembangan dirinya.

Anak-anak diajari untuk berani menolak jika ada orang yang menyentuh bagian tubuh tertentu. Siapa pun dia. Kenali bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh itu. Sebab, pelaku pelecehan maupun kekerasan seksual terhadap anak biasanya adalah orang-orang terdekat.

Orang tua juga harus menyadari peran penting mereka bagi anak. Berikan edukasi kepada anak, bukan malah memaksa anak menikah dini. Jadilah tempat diskusi yang aman bagi anak. Orang tua juga perlu mendukung anak untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

”Sebagai orang tua, suami istri punya ego. Tapi, fokus kita sebagai orang tua adalah kebahagiaan anak. Jangan sampa anak-anak berusaha membahagiakan orang, tua tetapi hatinya justru sakit dan terluka,” ungkap anggota DPRD Sidoarjo asal Kecamatan Tulangan tersebut.

Mengingat pentingnya pencegahan nikah dini, lanjut Dhamroni Chudlori, masyarakat perlu ikut aktif berperan mengubah stigma nikah cepat. Program edukasi kesehatan reproduksi penting untuk didukung. Masa depan anak dan remaja harus dilindungi dengan menjamin hak-hak mereka.

”Jodoh terbaik tidak hanya perlu tampan, tetapi juga mapan. I Love U Babe tidak cukup,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Foto Para narasumber dan penyelenggara Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi yang diadakan Dinas P3AKB Sidoarjo bersama anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori. (Foto: Fathur Roziq/Ketikk.com)Para narasumber dan penyelenggara Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi yang diadakan Dinas P3AKB Sidoarjo bersama anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori. (Foto: Fathur Roziq/Ketikk.com)

Praktisi komunikasi Steffani Imelda menyampaikan pentingnya komunikasi dalam membina rumah tangga. Komunikasi adalahh kunci. Menurut dia, 53 hingga 65 persen perceraian disebabkan oleh buruknya komunikasi.

”Kurangnya keterbukaan, perbedaaan gaya komunikasi, dan ketidakmampuan menyelesaikan konflik merupakan penyebab utama retaknya hubungan,” kata presenter salah satu TV swasta itu.

Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi itu mendapatkan sambutan antusias dari para peserta. Di antaranya, Dian dari Tulangan. Dia menyatakan berterima kasih kepada Dinas P3AKB dan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

”Kami mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan baru,” kata Dian. (*)

 

Tombol Google News

Tags:

DPRD Sidoarjo Nikah Dini Sidoarjo Dinas P3AKB Sidoarjo Dhamroni Chudlori