Aksi Solidaritas Mahasiswa Sampang Ricuh hingga Blokade Jalan Nasional dan Bakar Ban Bekas

31 Agustus 2025 19:36 31 Agt 2025 19:36

Thumbnail Aksi Solidaritas Mahasiswa Sampang Ricuh hingga Blokade Jalan Nasional dan Bakar Ban Bekas
Mahasiswa Sampang yang tergabung di Cipayung Plus saat memblokade jalan nasional tempatnya di Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang (Foto: Mat Jusi/Ketik).

KETIK, SAMPANG – Aksi solidaritas mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus di Kabupaten Sampang, Jawa Timur memanas pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Pantauan Ketik, massa aksi awalnya berkumpul di depan Pasar Srimangunan. Mereka kemudian bergerak melintasi Jalan KH. Wahid Hasyim hingga Jalan Jammaludin, lalu berhenti di depan Mapolres Sampang.

Sebelum tiba di Mapolres, massa sempat berhenti di Jalan KH. Wahid Hasyim untuk berorasi sambil membakar ban bekas.

Awalnya aksi tersebut berlangsung kondusif. Namun, situasi memanas setelah tuntutan mahasiswa kepada Kapolres Sampang, AKBP Hartono, tidak ditandatangani.

Sebagai bentuk protes, massa memblokade jalur nasional di simpang empat Jalan Jaksa Agung Suprapto. Aksi ini membuat arus lalu lintas tersendat dan menimbulkan kemacetan ringan.

Ketegangan meningkat ketika aparat mencoba membubarkan massa. Situasi akhirnya dapat dikendalikan.dan menunjukkan mundur dari lokasi aksi.

Ketua Pengurus Cabang PMII Sampang, Latifah, menegaskan bahwa tragedi yang menimpa Affan bukan sekadar persoalan individu, melainkan bukti tindakan represif aparat terhadap rakyat kecil.

“Maka untuk mengawal tragedi ini, Cipayung Plus Sampang setuju mendorong Kapolres agar komitmen mengawal transparansi proses opini bagi pelaku yang menabrak Affan. Namun, Kapolres menolak komitmen bersama kami,” tegas Latifah.

Menurutnya, sikap Kapolres Sampang menunjukkan bahwa kepolisian di daerah tidak berpihak pada rakyat. “Hal ini bukti menjadi nyata Kapolres tidak berintegritas dan justru menantang massa aksi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Hartono menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan.

“Saya, beserta keluarga besar Polres Sampang, turut berdoa cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt,” ujarnya.

Hartono menegaskan, secara institusi Polri tidak pernah mengambil tindakan represif yang merugikan masyarakat.

“Tidak ada perintah dari Polri untuk melakukan tindakan seperti itu. Kami juga manusia, warga negara, yang memiliki iman dan nilai kemanusiaan,” ucapnya.

Sebagai bentuk empati, Polres Sampang juga menggelar salat gaib untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Blokade Jalan Nasional Aksi Solidaritas Mahasiswa Sampang Cipayung Plus Polres Sampang Ojol Affan Kurniawan Brimob