Dokter Spesialis Ortopedi Mundur dari RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Diduga Dipicu Polemik Jaspel dan Kasus MRI

4 Februari 2026 21:15 4 Feb 2026 21:15

Thumbnail Dokter Spesialis Ortopedi Mundur dari RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Diduga Dipicu Polemik Jaspel dan Kasus MRI

RSUD dr Mohammad Zyn Sampang. (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)

KETIK, SAMPANG – Sebuah pesan yang diduga ditulis oleh dokter spesialis ortopedi RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang, dr. M. Pandunugrahadi, beredar luas dan menyita perhatian publik.

Dalam pesan tersebut, dr. Pandu, menyampaikan keluh kesah terkait kondisi pekerjaannya, sekaligus memberi isyarat mundur dari tugasnya sebagai tenaga medis di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

"dr. Pandu pamitan," ujar seorang sumber terpercaya kepada media ini, Rabu, 4 Februari 2026.

Pesan yang diduga ditujukan kepada rekan sejawat dan senior itu menyebutkan bahwa dr. Pandu telah mengabdi hampir dua tahun di Sampang. Bahkan, ia mengaku sempat menjalankan pelayanan ortopedi seorang diri di rumah sakit tersebut. Namun, pengalaman yang dialaminya dalam sepekan terakhir disebut sebagai yang paling menyakitkan selama masa pengabdiannya. 

Dalam pesan itu, ia memaparkan sejumlah persoalan, di antaranya keterlambatan pembayaran Jasa Pelayanan (Jaspel) bulan Desember yang baru ditransfer pada 31 Desember. 

Selain itu, ia menilai besaran Jaspel yang diterima tidak sebanding dengan jumlah tindakan operasi yang telah dilakukannya. Persoalan tersebut, menurut pengakuannya, kerap dibahas dalam rapat tetapi tidak pernah menemukan solusi.

Permasalahan semakin rumit ketika Jaspel yang seharusnya diterima justru ditransfer dua kali. Namun, kelebihan transfer tersebut diminta untuk segera dikembalikan pada hari yang sama.

Tak hanya itu, dr. Pandu juga mengaku tersinggung lantaran menerima surat panggilan terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSMZ Sampang. Meski dipanggil dengan status saksi, ia menegaskan tidak pernah mengusulkan pengadaan alat tersebut. Ia mempertanyakan alasan dirinya dipanggil, sementara menurutnya tidak ada dokter spesialis lain yang turut dipanggil, baik sebagai saksi maupun dalam kapasitas lain.

"Tetapi ketika ada kasus, saya merasa ditumbalkan dan tidak ada dokter spesialis lain yang mendapat panggilan terkait pengadaan MRI, entah sebagai saksi atau urusan apa pun. Apa pun alasannya, saya merasa sangat tersinggung mendapat perlakuan seperti ini," demikian petikan pesan tersebut.

Pada bagian akhir pesan, dr. Pandu meminta agar kepesertaan HFIS miliknya segera dicabut dan menyatakan tidak ingin lagi memiliki urusan apa pun dengan RSUD Sampang. Ia juga menyampaikan bahwa apabila masih memiliki tanggungan atau utang, rekan sejawat dipersilakan menghubunginya secara pribadi.

Sementara itu, hingga Rabu, 4 Februari 2026, upaya konfirmasi kepada dr. M. Pandunugrahadi melalui sambungan pesan WhatsApp belum mendapat respons. Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan.

Adapun hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran pesan yang beredar maupun status pengunduran diri dr. M Pandunugrahadi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Jaspel RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Dokter Spesialis Ortopedi dr. Pandu