KETIK, TRENGGALEK – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Trenggalek Arik Sriwahyuni kembali terpilih untuk periode 2025-2030. Arik sapaan dia, sebelumnya telah menjabat di posisi yang sama untuk periode 2020-2025.
Arik terpilih secara aklamasi dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Trenggalek, Sabtu 30 Agustus 2025. Arik satu-satunya calon ketua DPD Golkar Trenggalek dan lolos verifikasi dan memenuhi syarat dalam Musda kali ini.
Setelah terpilih, Arik mengungkapkan targetnya untuk meraih 11 kursi di Pemilu 2029. Hal tersebut sesuai dengan target yang diembankan oleh Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Timur Ali Mufthi.
"Ada amanah yang harus dikerjakan untuk periode 2025-2030, yakni meraih 11 kursi di DPRD Kabupaten Trenggalek, "ucapnya.
Arik mengatakan, dirinya dan tim formatur akan menyusun kepengurusan DPD Golkar Trenggalek satu bulan setelah terpilih kembali. Selain itu akan mengisi kepengurusannya 50 persen dari pemuda jika bisa.
Karena, para pemuda tersebut nantinya akan dikaderisasi seiring dengan perkembangan jaman, Gen Z. Apalagi nantinya akan ada sekolah pengkaderan agar bisa menciptakan kader militan.
"Insyaallah kita akan rampungkan pengurus DPD dan dewan pertimbangan sebelum 30 hari, "katanya.
Ia juga merasa senang rangkaian Musda XI berjalan lancar. Tak terkecuali ucapan rasa syukur atas terpilihnya kembali menjadi Ketua DPD Golkar 2025-2030. "Alhamdulillah, saya terpilih kembali untuk kali kedua jadi ketua, "tuturnya.
Ia menyebut, kehadiran Ali Mufthi sebagai Anggota DPR RI dan juga Ketua DPD Golkar Jawa Timur serta Atika Banowati anggota DPRD Provinsi semakin momotivasi untuk merealisasi target yang diembankan, yakni penambahan kursi.
"Ya kalau ditargetkan 11 kursi kita yang di daerah siap tegak lurus, karena semua serba mungkin, "ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi menyampaikan pesanya agar masuk partai itu harus ada niatan yang baik agar saat berinteraksi dengan masyarakat bisa nyambung.
"Jadi kalau hati dan niatannya tidak bersih. Sehingga akan kesulitan saat ingin mengabdi kepada masyarakat, "tandasnya.
Ia juga menyarankan kepada Ketua terpilih periode 2025-2030 agar dalam menyusun kepengurusan bisa mengakomodir para pemuda. "Tak kalah penting para pengurus harus bisa mengayomi masyarakat," tutupnya (*)