KETIK, TRENGGALEK – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek melakukan berbagai antisipasi dengan menata pengelolaan destinasi wisata guna menyambut serbuan pengunjung. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan.
Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Disparbud Trenggalek, Toni Widianto, mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa persiapan. Antara lain peningkatan kualitas sarana dan prasarana, SDM, papan informasi dan lain sebaginya.
"Termasuk mengacu kepada himbauan Kementerian Pariwisata dan Gubernur Jatim terkait pengelolaan wisata menyambut lebaran," ucapnya, Senin, 16 Maret 2026.
Toni, sapaan dia, menuturkan, Disparbud telah melakukan edukasi kepada para pengelola wisata melalui rembug wisata terkait penerapan SOP dalam melayani wisatawan.
Antara lain dengan menjaga kebersihan, SOP keamanan, dan pelayanan retribusi dan lain sebagainya. "Kami berharap teman-teman pengelola destinasi wisata untuk mengecek kembali sarana dan prasarana dan papan himbauan agar bisa membantu kenyamanan dan keamanan wisatawan," tandasnya.
Selain itu juga untuk mendukung program Presiden Prabowo, yakni Indonesia ASRI. Di mana harus mengedepankan lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah. "Oleh karena itu kebersihan harus menjadi target yang dikedepankan," ungkapnya.
Ia menyebut, titik-titik rawan di destinasi wisata juga menjadi perhatian pihak kepolisian dalam mendukung Operasi Ketupat, termasuk pengamanan aktivitas selama libur Lebaran.
"Maka dari itu pengelola destinasi wisata harus memberikan rambu-rambu atau petunjuk arah yang jelas agar bisa menjaga keselamatan para wisatawan," ujarnya.
Pasalnya, masih ada sejumlah akses jalan menuju destinasi wisata yang mengalami kerusakan dan memiliki medan cukup menantang. Karena itu, wisatawan dari luar Trenggalek diimbau lebih berhati-hati, terutama saat mengikuti rute yang ditunjukkan Google Maps.
"Kalau memang jalur yang menantang itu merupakan jalur yang digunakan harus dipastikan dalam kondisi layak, baik, dan pengecekan rem harus maksimal," tegasnya.
Ia mengakui jika di sekitar wisata harus ada petugas keamanan dan kesehatan. "Dalam hal ini kami sudah memiliki dan siap memberikan yang terbaik bagi para pengunjung wisata," pungkasnya (*)
