KETIK, JAKARTA – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta, Husnul Jamil, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur DKI Jakarta atas kebijakan penetapan tarif layanan TransJabodetabek rute Blok M–Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soeta) sebesar Rp3.500.
"Kami menilai kebijakan ini dinilai sebagai terobosan penting dalam menghadirkan transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat ibu kota dan sekitarnya," ujar Husnul.
Layanan yang dioperasikan oleh PT TransJakarta melalui koridor TransJabodetabek SH2 tersebut menghubungkan kawasan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.
"Menurut kami juga kehadiran rute ini menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat dan ekonomis menuju bandara, di tengah tingginya biaya transportasi konvensional," tutur dia.
Selama masa uji coba yang berlangsung tiga bulan, tarif yang diberlakukan hanya Rp3.500. Langkah ini diharapkan mampu mendorong peralihan masyarakat ke transportasi umum sekaligus memberikan keringanan biaya perjalanan.
Disampaikan Husnul, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melakukan evaluasi tarif setelah masa uji coba, mempertimbangkan panjangnya rute serta kebutuhan subsidi operasional.
Secara operasional, layanan ini didukung 14 unit bus yang beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, dengan waktu tunggu berkisar 10 hingga 20 menit. Kapasitas layanan diproyeksikan mampu melayani hingga 2.000 penumpang per hari.
"Apalagi fasilitas yang disediakan juga dirancang ramah bagi pengguna jasa penerbangan, termasuk ruang penyimpanan koper tanpa mengurangi kenyamanan penumpang," katanya.
Husnul menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk intervensi publik yang tepat sasaran dalam meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi transportasi perkotaan. Menurutnya, kehadiran layanan ini tidak hanya berpotensi mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan mobilitas serta produktivitas masyarakat secara signifikan.
“Integrasi transportasi menuju simpul strategis seperti bandara merupakan langkah penting dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang modern dan berkelanjutan,” ujar Husnul.
Ia berharap inovasi ini terus dikembangkan dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, ekosistem transportasi publik di DKI Jakarta dapat semakin inklusif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan mobilitas perkotaan di masa depan. (*)
