KETIK, SITUBONDO – Akibat banjir yang melanda 8 kecamatan di Kabupaten Situbondo, hektare lahan sawah milik petani rusak dan mengalami gagal panen atau Foso, demikian disampaikan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Senin 9 Maret 2026.
“Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo, dampak banjir ke 2 yang melanda Desa Bloro membuat luasan lahan yang hilang akibat tergerus air banjir semakin meluas. Semula hanya 5,5 ha, kini bertambah. Saat ini, teman-teman Penyuluh Pertanian Lapangan PPL) bersama kelompok tani masih mendata ulang,” ujar Bupati Situbondo yang akrab di sapa Mas Rio.
Selain itu, kata Mas Rio, banyak lahan yang sudah di tanam kembali tergerus arus banjir. “Saat ini kami masih menunggu laporan petugas POPT untuk status lahannya,” katanya.
Untuk wilayah Kecamatan Kendit, lanjut Mas Rio, sampai dengan tadi malam, luasan lahan yang terdampak sekitar lebih kurang 253 ha. “Petani banyak yang belum tanam kembali, karena takut ada terjadi banjir susulan mengingat curah hujan masih cukup tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, kondisi Jembatan Midun, imbuh Mas Rio, aliran sungainya mengecil karena tersumbat sampah dan sedimennya sangat tebal sehingga diperlukan normalisasi. “Langkah yang kita lakukan mengintruksikan atau memerintahkan DPUPP untuk dijadwalkan normalisasi,” ujarnya.
Selain itu, kata Mas Rio, memerintahkan DPUPP berkoordinasi dengan PG Wringin Anom, terkait di sampah-sampah yang menyangkut di rel kereta pengangkut tebu yang masih aktif. “Berdasarkan laporan, pihak PG sanggup bersama-sama membersihkan sampah dengan DPUPP,” tambahnya. (*)
