Advokat Senior RM Setyohardjo SH Berpulang: Perginya Sang Penjaga Etika dari Yogyakarta

17 Maret 2026 20:32 17 Mar 2026 20:32

Thumbnail Advokat Senior RM Setyohardjo SH Berpulang: Perginya Sang Penjaga Etika dari Yogyakarta

Telah berpulang ke Rahmatullah, sosok guru dan teladan bagi para penegak hukum, H RM Setyohardjo SH (KPH Dirjonagoro) pada Selasa, 17 Maret 2026 pukul 13.02 WIB. Foto ini mengabadikan momen saat Pak Yok menerima Penghargaan Advokat Senior dari DPC Peradi Kota Yogyakarta pada Mei 2024 lalu. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas loyalitas dan rekam jejak bersih beliau selama lebih dari 60 tahun mengabdi di dunia hukum tanpa cela. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Selasa siang, 17 Maret 2026, sebuah tiang pancang hukum di Yogyakarta runtuh. H RM Setyohardjo SH, atau yang akrab disapa Pak Yok, mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 13.02 WIB.

Di usia 92 tahun, sosok yang pantas dijuluki sebagai "Begawan Hukum" dari Yogyakarta ini meninggalkan sebuah legasi yang jauh lebih besar dari sekadar deretan kemenangan di ruang sidang: Integritas dan Kemanusiaan.

Nama Pak Yok bukan sekadar advokat dengan jam terbang tinggi. Ia adalah pendiri salah satu firma hukum tertua yang masih eksis di tanah air, Kantor Advokat RM Setyohardjo.

Berdiri sejak tahun 1962, kantor hukum tersebut kini telah genap berusia 64 tahun.

Selama lebih dari enam dekade, kantor yang berakar di jantung kota Yogyakarta itu bukan sekadar tempat mencari keadilan bagi klien, melainkan sebuah "kawah candradimuka".

Di sana, ratusan advokat pernah menimba ilmu, menyerap disiplin, dan belajar bagaimana menjaga marwah profesi sebelum akhirnya malang melintang di panggung hukum nasional.

"Kita kehilangan, banyak advokat senior yang beliau didik," ucap Dr Ariyanto SH CN MH, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Kota Yogyakarta, via pesan elektronik singkat.

Di kalangan koleganya di DPC Peradi Kota Yogyakarta, almarhum dikenal sebagai sosok aristokrat yang merakyat namun tanpa kompromi soal etika. Meski menyandang gelar kebangsawanan KPH Dirjonagoro, di lapangan ia lebih senang dikenal sebagai Pak Yok yang bersahaja.

Satu nasihatnya yang melegenda, sebuah mantra yang selalu ia titipkan kepada setiap pengacara muda yang datang kepadanya adalah: "Dadi advokat iku ojo neko-neko," (Menjadi advokat itu jangan macam-macam). Sebuah benteng moral di tengah karut-marut dunia peradilan yang kerap tergoda oleh praktik transaksional.

Dedikasi tanpa putus ini pulalah yang membuat Pak Yok menerima penghormatan tertinggi dari rekan sejawatnya. Sebagaimana terekam dalam catatan sejarah DPC Peradi Kota Yogyakarta pada awal Mei 2024 lalu, di sela-sela kehangatan acara Syawalan, organisasi profesi tersebut secara khusus memberikan Penghargaan Advokat Senior kepada Pak Yok.

Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan atas loyalitas dan rekam jejaknya yang bersih selama puluhan tahun berkecimpung di dunia hukum tanpa sekalipun mencederai kode etik profesi.

Namun, di luar ketegasannya di ruang sidang, Pak Yok memiliki sisi lain yang membuatnya sangat dicintai: kedekatannya dengan dunia pers.

Bagi para wartawan di Yogyakarta, Pak Yok bukan sekadar narasumber yang kredibel, melainkan sosok "bapak" yang hangat. Di mana pun ada kesempatan baik di selasar pengadilan maupun acara formal Pak Yok hampir tak pernah absen untuk sekadar menegur ramah atau menyalami para kuli tinta.

Kehangatan ini mencerminkan sikapnya yang sangat menghargai kerja-kerja jurnalistik sebagai pilar pengawasan hukum.

Kepergian RM Setyohardjo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan: R Herkus Wijayadi SH, R Hersurastopo DY SIP, RR Irawati PL SH MKn, dan R Dwi Akseptoro ST AMd.

Ini adalah kehilangan besar bagi dunia hukum dan pers yang baru saja kehilangan salah satu jangkar moral sekaligus sahabat terbaiknya.

Saat ini, rumah duka di Ngadisuryan KT 1/185, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta dipenuhi karangan bunga dan pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Jenazah almarhum direncanakan akan diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Makam Keluarga Plumbon, Sorowajan, Banguntapan (depan JEC) pada Rabu pagi, 18 Maret 2026, pukul 10.00 WIB.

Yogyakarta hari ini kehilangan salah satu pilar kejujurannya. Pak Yok telah membuktikan bahwa kemuliaan profesi (officium nobile) bisa dijaga selaras dengan kerendahan hati hingga napas terakhir.

Selamat jalan, Pak Yok. Sang Begawan Hukum dari Yogyakarta. (*)

Tombol Google News

Tags:

RM Setyohardjo SH Pak Yok Meninggal Dunia Advokat Senior Yogyakarta Profil RM Setyohardjo KPH Dirjonagoro Berpulang Peradi Kota Yogyakarta Tokoh Hukum Yogyakarta Berita Duka Yogyakarta Kantor Advokat RM Setyohardjo Sejarah Advokat Indonesia Begawan Hukum Yogyakarta Officium Nobile Dr Ariyanto SH CN MH Patehan Kraton Yogyakarta Makam Keluarga Plumbon