KETIK, LABUHAN BATU – Kepolisian RI memprediksi akan terjadi dua gelombang besar terhadap arus mudik dan balik pada perayaan besar hari raya idul fitri tahun 2026.
Namun begitu, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, pergerakan masyarakat berpotensi mengalami penurunan hingga 2,5 juta jiwa dibanding tahun 2025 lalu.
Hal itu disampaikan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat tahun 2026 di Mapolres Labuhanbatu di Rantauprapat, kemarin.
Berdasarkan hasil rakor lintas sektoral, katanya, puncak arus diprediksi terjadi dalam dua gelombang, pertama mudik pada tanggal 14 dan 15 Maret 2026 dan tanggal 18 sampai 19 Maret 2026.
Selanjutnya, puncak arus balik terjadi pada tanggal 24 sampai 25 Maret 2026 serta puncak kedua arus balik tanggal 28 sampai 29 Maret 2026 mendatang.
Sementara, pergerakan masyarakat pada lebaran tahun 2026 mencapai 143,9 juta orang atau turun sebesar 1,75 persen yaitu 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Meskipun demikian, sambungnya, jajaran Polres Labuhanbatu akan kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakan lainnya, terlebih terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan.
"Ya, di antaranya kemudahan itu antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere," ujar AKBP Wahyu Endrajaya.(*)
