Abrasi Pantai Hantam TPU Pulau Panjang, Puluhan Makam Hanyut: Warga Kini Pasang Tongkang!

20 Februari 2026 14:41 20 Feb 2026 14:41

Thumbnail Abrasi Pantai Hantam TPU Pulau Panjang, Puluhan Makam Hanyut: Warga Kini Pasang Tongkang!

Abrasi menggerus Tempat Pemakaman Umum di Pulau Panjang dengan latar kapal tongkang yang dilabuhkan warga sebagai penahan sementara hantaman ombak pada Jumat,20 Februari 2026. (Wawan/ketik.com)

KETIK, PASAMAN BARAT – Kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Pulau Panjang, Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kian memprihatinkan. Abrasi pantai yang terjadi selama bertahun-tahun membuat sejumlah makam rusak. Bahkan, puluhan jenazah dilaporkan hanyut dan terkikis gelombang laut.

Pemuka agama asal Pulau Panjang, Asmar Habibi, menyebut sebagian makam masih sempat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Namun, tidak sedikit yang sudah hilang ditelan ombak.

“Setiap kali gelombang tinggi datang, garis pantai terus tergerus dan mendekati area perkuburan,” terang Asmar Habibi pada Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan warga secara swadaya. Mereka membuat penahan ombak sederhana untuk melindungi makam keluarga. Namun, kuatnya hantaman gelombang membuat upaya tersebut tak bertahan lama.

Sebagai langkah darurat terbaru, warga melabuhkan sebuah kapal tongkang di bibir pantai yang berbatasan langsung dengan area kuburan. Kapal itu dijadikan penahan sementara agar gelombang tidak langsung menghantam makam.

“Sebelumnya, pada 2023, persoalan ini sempat viral dan mendapat perhatian pemerintah. Saat itu dipasang karung besar berisi pasir sebagai penahan sementara. Namun, karung-karung tersebut kembali hancur dihantam ombak,” ungkapnya.

Kini masyarakat Pulau Panjang berharap ada penanganan serius dan permanen dari pemerintah. Mereka meminta pembangunan tanggul atau batu pemecah ombak yang kokoh agar abrasi tidak terus menggerus area pemakaman. (*)

Tombol Google News

Tags:

Asmar Habibi Abrasi Pemakaman Pulau Panjang Pasaman Barat Air Bangis