Cegah Laju Abrasi, DLHK Jateng dan Genta Pangan Mandiri Perkuat Benteng Hijau di Pesisir Kendal

4 Februari 2026 20:24 4 Feb 2026 20:24

Thumbnail Cegah Laju Abrasi, DLHK Jateng dan Genta Pangan Mandiri Perkuat Benteng Hijau di Pesisir Kendal

Hutan mangrove jenis api api yang saat ini dibudidayakan di Desa Mororejo Kaliwungu Kendal. (Dok : Pribadi).

KETIK, KENDAL – Upaya mitigasi perubahan iklim dan penguatan ekonomi pesisir terus digalakkan di Kabupaten Kendal. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah bersama DPD Seknas Genta Pangan Mandiri, melakukan peninjauan dan pendampingan di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Rabu 4 Februari 2026.

​Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman nyata perubahan iklim, naiknya permukaan air laut, serta laju abrasi yang kian mengkhawatirkan di wilayah pesisir Jawa Tengah.

​Penyuluh Lapangan Kehutanan DLHK Provinsi Jawa Tengah, Septian, menegaskan bahwa penanaman mangrove di bibir pantai maupun muara merupakan tindakan nyata yang tidak bisa ditunda lagi. Menurutnya, ekosistem mangrove memiliki peran ganda sebagai pelindung lingkungan sekaligus penggerak ekonomi.

​"Tanaman mangrove, baik jenis bakau maupun api-api, dapat ditanam di sepanjang aliran muara untuk menjaga abrasi serta menjadi tempat berkembang biaknya makhluk hidup. Nantinya, hal ini akan menambah kesejahteraan masyarakat di sekitar pantai dan muara," ujar Septian saat memberikan keterangan di lokasi.

​Sebagai langkah konkret, DLHK Provinsi Jawa Tengah berencana membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Mororejo. Kelompok ini diharapkan mampu menggali potensi sosial dan ekonomi dari budidaya hutan mangrove demi kelestarian lingkungan hidup jangka panjang.

​Kehadiran program pendampingan ini disambut antusias oleh warga setempat. Muhson, seorang petani rumput laut yang kini mengintegrasikan usahanya dengan budidaya mangrove jenis api-api, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam wadah kelompok tani.

​"Kami sangat menyambut baik pendampingan dan pembentukan kelompok tani hutan ini. Kami juga berterima kasih kepada DPD Seknas Genta Pangan Mandiri Kabupaten Kendal yang telah membina dan mengarahkan kami," ungkap Muhson.

​Ia menambahkan bahwa ke depannya, kelompok tani tersebut berencana membangun pusat pembibitan atau penyemaian tanaman mangrove jenis api-api. "Ini bisa menjadi potensi nilai ekonomi dan sumber kesejahteraan bagi kelompok kami," imbuhnya.

​Di lokasi yang sama, pengurus DPD Seknas Genta Pangan Mandiri Kabupaten Kendal, Sugito, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga lokal.

​"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Kolaborasi ini membuktikan bahwa perhatian melalui pembentukan kelompok tani hutan sangat penting. Ternyata di wilayah hilir tidak hanya berpotensi di bidang perikanan, tetapi juga ada potensi besar dari hutan mangrove," jelas Sugito.

​Ia berharap, selain memberikan manfaat ekonomi, keberadaan hutan mangrove di Mororejo dapat memberikan dampak ekologis yang signifikan bagi lingkungan sekitar. (*)

Tombol Google News

Tags:

Lingkungan Hidup mangrove kehutanan Genta Pangan Kendal