KETIK, MALANG – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) telah mempertahankan status wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) selama lima tahun berturut-turut
Setelah menetapkan sebagai Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani sejak 2019, kali ini, KemenPAN-RB kembali memberikan penghargaan WBB pada Januari 2026. Informasi ini dilansir dari sosial media Instagram resmi Universitas Brawijaya.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Widodo, mengatakan kepada wartawan, bahwa penerapan Zona Integritas (ZI) dalam kegiatan akademik di lingkungan kampus merupakan wujud nyata dukungan terhadap visi pembangunan nasional.
"Zona Integritas (ZI) melampaui angka-angka di atas kertas. Ini adalah langkah berkelanjutan untuk merawat kepercayaan masyarakat. Kami memastikan tata kelola anggaran di UB bertransformasi menjadi pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi hasil," ujarnya.
Ia menilai keberhasilan FTAB mempertahankan predikat tertinggi selama lima tahun berturut-turut menjadi bukti bahwa perubahan budaya kerja di UB bukan sekadar tren sesaat, melainkan komitmen jangka panjang.
Menurutnya, meraih status tersebut bukan perkara mudah, karena tantangan terbesar dalam Reformasi Birokrasi adalah mengubah budaya kerja yang sudah mengakar selama ini.
"Ini bukan hal yang mudah, karena harus mengubah kultur kerja yang selama ini sudah dijalankan," ujarnya.
Sementara itu, Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menyebut FTAB UB menjadi yang pertama dan satu-satunya universitas yang mewakili Kemendiksaintek. Ia juga memastikan dampak inovasi yang dihasilkan fakultas tersebut harus bisa menjadi contoh bagi unit lainnya.
Hendrawan menyebut ada sejumlah capaian FTAB dalam mendukung WBBM, di antaranya digitalisasi sistem yang sudah diterapkan meski belum sepenuhnya, serta adaptasi terhadap teknologi AI. Bahkan, para mahasiswanya telah teruji dan mengantongi sertifikat khusus di bidang AI.
Prof. Hendrawan menegaskan capaian ini bukan akhir dari segalanya, melainkan standar baru dalam pelayanan. Ia pun berkomitmen menyebarkan semangat “Bersih Melayani” ke fakultas-fakultas lain di Universitas Brawijaya.
"Jika WBK adalah bukti bahwa kami jujur, WBBM adalah bukti bahwa kami bekerja nyata untuk memudahkan urusan masyarakat " ujarnya. (*)
