KETIK, MALANG – Sebanyak 90 persen calon pengemudi becak listrik wisata di Kota Malang masuk ke dalam kelompok rentan. Data tersebut merupakan hasil verifikasi terhadap 100 calon penerima yang dilakukan oleh Dinsos-P3AP2KB Kota Malang.
Pemerintah Kota Malang mendapatkan alokasi sebanyak 200 becak listrik dari pemerintah pusat. Namun, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan bahwa sementara ini terdapat 100 calon penerima yang diajukan.
"Kemarin itu sumber datanya dari Disporapar, Dishub, paguyuban, dan kelurahan. Sementara yang diajukan ada 100 (calon penerima). Yang kami validasi ada 100 itu. Hampir 90 persen masuk di desil 1-5 kalau sesuai yang kami verifikasi," ujar Donny, Senin 19 Januari 2026.
Donny menjelaskan salah satu kriteria yang diutamakan sebagai calon penerima ialah pengemudi becak. Rencananya, becak listrik tersebut digunakan untuk kepentingan kepariwisataan di Kota Malang.
"Program ini untuk menunjang wisata, meningkatkan pendapatan masyarakat. Mungkin misalnya masyarakat yang tergolong miskin, dengan becak listrik bisa menaikkan pendapatannya," lanjut Donny.
Melalui program tersebut, diharapkan masyarakat rentan tidak semakin jatuh ke garis kemiskinan ekstrem. Namun, Donny masih belum dapat memastikan apakah program tersebut dapat menurunkan angka kemiskinan.
"Harapannya untuk meningkatkan pendapatan. Kalau pendapatan meningkat kan paling tidak, yang rentan dia gak sampai miskin. Selain itu harapannya untuk menunjang pariwisata di kawasan kota," sebutnya.
Donny menyebut bahwa dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dalam mengawal program tersebut. Khususnya dalam hal pengawasan agar becak tersebut tidak disalahgunakan.
"Paling tidak harus ada pelatihan dan arahan dari Dishub Kota Malang. Bahwa becak ini mangkalnya di mana, kan ada kawasan tertib lalu lintas dan sebagainya. Kalau untuk menunjang pariwisata kan itu harus diperhatikan," pungkasnya. (*)
