KETIK, MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang mendorong pemerintah untuk segera malakukan operasi pasar. Hal tersebut untuk mengantisipasi lonjakan inflasi pada saat Lebaran 2026 nanti.
Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Dedy Prasetyo, menjelaskan, operasi pasar harus dilakukan tepat waktu. Menurutnya menunda-nunda operasi pasar hanya dapat memperburuk potensi inflasi.
"Kalau kami sampaikan, dalam jangka pendek ini mau gak mau operasi pasar. Operasi pasarnya harus tepat waktu, maksudnya sekarang. Jangan ditunda-tunda lagi," tegasnya, Jumat, 6 Maret 2026.
Pelaksanaan operasi pasar tak hanya harus dilakukan tepat waktu, namun juga tepat sasaran. Termasuk dengan menentukan lokasi sasaran konsumen maupun komoditas yang diperjualbelikan, harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
"Harus tepat lokasi, tepat di titik-titik lokasi konsumennya. Kemudian komoditasnya harus tepat. Jangan yang naik komoditi cabai tetapi yang di operasi pasar komoditi lain. Itu tidak menjawab," lanjutnya.
Menurutnya, pemerintah juga harus menambah suplai komoditas bahan pokok. Hal tersebut untuk mengurangi potensi terjadinya kelangkaan. Dengan demikian sidak pasar pun juga harus rutin dilakukan.
"Jangan sampai terjadi kelangkaan. Maka dilakukan sidak pasar untuk memastikan barang tidak langka, ketersediaannya cukup dan pasokannya lancar. Kemudian masyarakat jangan panik," tuturnya.
Menurutnya Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diagendakan Pemkot Malang sebanyak 34 kali selama Ramadan menjadi langkah antisipatif selain operasi pasar. Termasuk dengan mengaktifkan kembali Warung Tekan Inflasi (WTI).
Kendati demikian, ia yakin inflasi yang terjadi pada bulan Maret 2026 nanti masih cukup terkendali dibandingkan inflasi pada Februari 2026 kemarin.
"Kalau WTI kan spesifik ke cabai, tetapi untuk harga komoditi yang lain mungkin akan dijawab dengan GPM. Inflasi Kota Malang 0,74 di Februari 2026 (mtm), itu pertama yang paling andil adalah cabai di 0,2. Berikutnya emas, kemudian daging ayam ras, telur ayam ras. Itu kan mayoritas kebutuhan pangan yang memang meningkat selama puasa ini," tutupnya. (*)
