KETIK, SURABAYA – Sebanyak 626 petugas haji melaksanakan diklat di Gedung Musdalifah, Kompleks Asrama Haji Surabaya, Rabu, 4 Februari 2026. Mereka harus menempuh kegiatan tersebut sebelum melayani 42 ribu Jemaah pada musim haji 2026.
Dirjen Bina Penyelenggara Haji dan Umrah, Kementerian Haji (Kemenhaj), Puji Raharjo pada saat membuka acara menjelaskan, jika pola pembekalan pada petugas haji tahun 2026 berbeda.
"Pembekalan petugas haji tahun ini tidak lagi sebatas bimtek, tetapi sudah berbentuk diklat yang lebih sistematis. Tujuannya agar petugas benar-benar siap secara mental, kompetensi, dan koordinasi di lapangan," katanya.
Dirjen Bina Penyelenggara Haji dan Umrah (Kemenhaj) Puji Raharjo ketika berada di Asrama Haji Surabaya untuk membuka diklat Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH), Rabu 4 Februari 2026. (Foto: Fitra/Ketik.com)
Petugas haji di Jawa Timur, lanjut Puji telah memenuhi sejumlah kriteria yang sudah ditentukan oleh Kemenhaj. Namun, apabila terdapat hal-hal yang tidak sesuai, pihaknya tak segan untuk mencoret. "Kalau yang sekarang (di Surabaya) belum ada," singkatnya.
Namun di pusat, Puji mengatakan sudah ada 13 petugas haji yang dipulangkan karena sejumlah alasan.
"Kemarin yang di PPIH Pusat itu ada 13 orang yang dipulangkan karena alasan kesehatan, alasan disiplin, dan alasan lain," sambungnya.
Sementara itu, Diklat Petugas Haji yang berlangsung di Asrama Haji Surabaya berlangsung selama 10 hari. Selama diklat, peserta dibekali dengan berbagai keterampilan. Khususnya untuk melayani Jemaah Calon Haji (JCH) di Tanah Suci.
"Mereka dibekali berbagai keterampilan, mulai keterampilan disiplin, fungsi tugas, koordinasi dan juga nanti simulasi di lapangan," ungkapnya.
Diklat Petugas Haji di Asrama Haji Surabaya, juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Moh. As’adul Anam, (*)
