KETIK, MALANG – Panitia Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, memberlakukan sistem undangan bagi jemaah. Stadion tersebut hanya mampu menampung sekitar 35.000 jemaah.
Oleh karena itu, akses masuk saat gelaran Mujahadah Kubro 1 Abad NU akan diberlakukan secara terbatas.
Ketua PCNU Kota Malang, Isroqunnajah, menjelaskan hanya jemaah yang memiliki undangan resmi yang diperbolehkan masuk ke dalam area stadion. Undangan tersebut nantinya akan didistribusikan melalui perwakilan masing-masing PCNU tingkat kota maupun kabupaten.
"Nanti memang pakai sistem undangan, kita berikan ke masing-masing pengurus cabang. Tentu tidak semua bisa kita fasilitasi masuk ke Stadion Gajayana," katanya, Rabu, 4 Februari 2026.
Undangan bakal dibagikan saat jemaah tiba di drop zone yang telah ditentukan. Teknisnya, undangan dititipkan kepada masing-masing Person in Charge (PIC) untuk kemudian disebarkan kepada para jemaah.
"Jadi sejak awal keberangkatan positif berapa, terus nanti kalau sudah di rest area itu kemudian ada komunikasi untuk bisa masuk. Diarahkan nanti tempat parkir bus itu di mana," ucapnya.
Terkait tata letak di dalam stadion, pria yang akrab disapa Gus Is ini memaparkan adanya pembagian area. Jemaah laki-laki akan menempati area tribun, sementara jemaah perempuan akan diarahkan ke area lapangan secara lesehan.
"Di dalam stadion, lintasannya tidak boleh ditempati, jadi hanya lapangannya saja. Kalau terpaksa, oleh Disporapar Kota Malang harus ditutup dengan terpal atau karpet," jelasnya.
Gus Is mengimbau agar jemaah yang tidak mendapatkan tempat di dalam stadion tidak perlu khawatir. Panitia telah menyiapkan fasilitas videotron di beberapa titik luar stadion agar jemaah tetap bisa mengikuti prosesi acara dengan khidmat.
"Videotron nanti akan ada di beberapa titik. Seperti di kawasan (jalan) Semeru, Kawi, ini semua akan full dengan jemaah," ucapnya. (*)
